Selasa, 6 Oktober 2009 19:34 WIB News,Ekonomi Share :

Pupuk urea nganggur capai Rp 3 triliun

 Jakarta–Sebanyak 1,5 juta ton pupuk jenis urea tidak terserap oleh petani yang nilainya diperkirakan Rp 3 triliun.

“Ada 1,5 juta pupuk urea menganggur di gudang-gudang kita saat ini. Nilai totalnya mencapai Rp3 triliun itu bisa menjadi modal kerja semua BUMN pupuk,” kata Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Arifin Tasrif, usai pembahasan Peta Jalan Industri Tanah Air bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Jakarta, Selasa.

Karena itu, ia menjelaskan bahwa ekspor pupuk sebanyak 500.000 ton tetap akan dilaksanakan  sesuai izin dari pemerintah. Kebijakan ekspor, menurut dia, penting untuk membantu menambah dana segar bagi perusahaan untuk tetap dapat beroperasi. Untuk kepentingan jangka panjang, ekspor bagi BUMN pupuk dijadikan sebagai kesempatan untuk memperoleh profit.

“Karena itu pengaturan ekspor penting bagi perusahaan supaya bisa memperoleh profit guna membuat program revitalisasi jangka panjang. Pabrik pupuk kita sudah banyak yang tua, kalau tidak direvitalisasi ke depan kita mau makan apa,” ujar dia.

Kekhawatiran akan meningkatnya harga pupuk di dalam negeri akibat ekspor, menurut Arifin, seharusnya tidak terjadi mengingat sudah ada harga patokan yakni Harga Eceran Tertinggi (HET).

Selain itu, dengan menjaga berjalannya sistem alokasi pupuk Rencana Devinitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) diharapkan harga pupuk dapat terkendali.

Total produksi pupuk urea BUMN pupuk per tahun mencapai tujuh ton. Menurut dia, ada kesempatan bagi Indonesia menjadi pengekspor pupuk mengingat kebutuhan di dalam negeri mencapai 4,5 juta ton per tahun.

“Paling tidak kita mampu mengekspor pupuk urea satu ton setiap tahunnya,” ujar dia.

Sebelumnya Menteri BUMN Sofjan Djalil, mengatakan ekspor pupuk urea saat ini penting dilaksanakan mengingat saat ini sedang terjadi kelebihan stok di hampir semua gudang milik BUMN pupuk. Jika kondisi tersebut didiamkan juga akan mengganggu operasional BUMN pupuk karena modal kerja akan berkurang.

Ant/tya

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…