Selasa, 6 Oktober 2009 19:56 WIB Solo Share :

Permintaan produk batik di PGS meningkat

Solo (Espos)–Permintaan terhadap produk batik di sejumlah kios atau tenant di Pusat Grosir Solo (PGS) meningkat hingga sekitar 30%, khususnya setelah ada momentum pengukuhan batik sebagai karya otentik Indonesia oleh dunia internasional pada Jumat (2/10) lalu. Sementara itu, selama masa Lebaran 2009 omzet penjualan pedagang di PGS diperkirakan mencapai Rp 7 miliar/hari.

Adanya kenaikan permintaan terhadap produk batik tersebut diakui pemilik toko batik Sensa, Indri. “Setelah ada pengukuhan batik oleh UNESCO tersebut, permintaan terhadap produk batik, termasuk seragam-seragam batik, memang meningkat hingga sekitar 30%. Permintaan tersebut rata-rata datang dari perusahaan atau kantor-kantor yang meminta para karyawan atau pegawainya mengenakan seragam batik pada hari-hari tertentu,” ujar Indri ketika ditemui wartawan di sela-sela aktivitasnya berjualan, Selasa (6/10).

Namun menurut Indri, stok produk batik di tingkat pengrajin maupun pengusaha yang memasok produk batik di tokonya tersebut saat ini masih relatif terbatas. Sehingga belum semua pelanggan yang memesan batik kepadanya bisa terlayani.

“Pesanannya cukup banyak, tapi karena stoknya masih terbatas <I>ya<I> saya melayani yang bisa dipenuhi terlebih dulu,” kata Indri.
Kenaikan permintaan terhadap produk batik juga diakui Tenant Relation Cordinator, Anton Sulistyo yang ditemui secara terpisah di PGS. Menurut Anton, naiknya permintaan batik tersebut bahkan sudah terlihat pasca-Lebaran lalu.

“Kalau sebelum Lebaran, produk yang laris-manis antara lain kaus batik, baju anak-anak, baju muslim. Omzet penjualan yang diperoleh para pedagang di Pusat Grosir Solo (PGS) selama masa Lebaran tahun 2009 diperkirakan mencapai Rp 7 miliar/hari. Nilai omzet tersebut meningkat dibandingkan omzet penjualan pada hari-hari biasa yang rata-rata senilai Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar/harinya,” ungkap Anton.

Sepekan Pasca-Lebaran, Anton mengakui jumlah pengunjung PGS berangsur normal kembali. Namun dikemukakannya, permintaan terhadap batik justru meningkat cukup signifikan. Menurut Anton momentum pengukuhan batik oleh UNESCO tersebut membawa dampak cukup positif terhadap penjualan batik di kalangan pengrajin dan pengusaha.

sry

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….