Selasa, 6 Oktober 2009 11:22 WIB News Share :

Pemerintah cari pengganti Tumpak dan Waluyo

Jakarta–Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) segera mencari pengganti Tumpak Hatorangan Pangabean dan Waluyo yang dinonaktifkan setelah dipilih menjadi pelaksana tugas (Plt) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu, pengganti yang bakal mengisi kekosongan kedua orang tersebut bakal dipilih dari jajaran direksi dan komisaris BUMN terkait.

“Nanti akan dirangkap saja oleh salah satu direksi atau komisaris, tidak perlu cari orang baru,” katanya, Selasa (6/10).

Saat ini Waluyo masih menjabat sebagai Direktur SDM dan Umum Pertamina sedangkan Tumpak menjabat sebagai Komisaris PT Pos Indonesia. Ia mengatakan, penggantinya masih dari dalam tubuh kedua BUMN tersebut.

Menurut Said, keduanya akan resmi dinonaktifkan setelah Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil melayangkan surat kepada dewan komisaris masing-masing BUMN, Isi surat tersebut meminta orang yang bersangkutan untuk diberhentikan sementara oleh dewan komisaris.

Pemerintah harus memberhentikan sementara pejabat perusahaan negara yang menjadi Plt KPK itu karena akan ada benturan kepentingan (conflict of interest) jika rangkap jabatan.

Penghentian sementara itu akan terus dilakukan selama pejabat BUMN masih memegang status sebagai Plt KPK.

“Nanti kalau sudah tidak menjadi Plt akan dikembalikan (jabatannya),” ungkapnya.

Tiga nama Plt pimpinan sementara KPK resmi dipilih Presiden SBY antara lain Mas Ahmad Santosa, Tumpak Hatorangan Pangabean dan Waluyo.

Tiga pimpinan sementara KPK ini akan bertugas menggantikan Chandra Hamzah, Bibit Samad Riyanto dan Antasari Azhar yang ketiganya masih terbelit masalah hukum pidana.

dtc/fid

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…