Selasa, 6 Oktober 2009 15:10 WIB Wonogiri Share :

Lima kali gagal, pengeboran luweng pace bidik titik ke enam

Wonogiri (Espos)–Pencarian sumber air luweng pace yang berada di Desa Ngargoharjo, Giritontro, menjangkau di titik ke enam.  Lima titik pengeboran sebelumnya dinilai gagal karena tidak menemukan sumber air.

Menurut Camat Giritontro, Sariman, pencarian sumber air belum dihentikan mengingat pengeboran di lima titik gagal alias tidak menemukan sumber air.

Dia mengatakan, berdasarkan keterangan dari petugas yang melakukan pengeboran, pencarian sumber air di titik  ke enam berada di sebelah barat dari lokasi pengeboran di titik ke lima.
Menurutnya, pengeboran yang dilakukan di titik ke enam ini telah mencapai kedalaman 16 meter.

“Lima titik yang dilakukan pengeboran gagal dan tidak mendapatkan  sumber air, untuk itu pengeboran di alihkan ke titik ke enam,” jelasnya kepada Espos, Selasa (6/10).

Kekhawatiran pengeboran yang dilakukan tidak berdasarkan pencermatan maupun penelaahan lokasi berakibat kerusakan kawasan karst. Selain itu, sumber air yang berada dibawah bebatuan tersebut dapat hilang karena terjadi reruntuhan karst.

Dia mengatakan, jika pada titik ke enam tersebut tidak menemukan sumber air maka pengeboran akan dilakukan kembali di titik awal.

“Mengenai peralihan atau titik pengeboran harusnya didasari pemahaman maupun peta lokasi sehingga kawasan itu tidak tercacah,” jelasnya.

Penemuan sumber air di Wonogiri bagian selatan merupakan harapan bagi masyarakat. Dia mengatakan, beberapa kali pengeboran petugas menemukan sumber air tetapi penemuan tersebut dinilai tidak layak untuk dilanjutkan pengeboran. Dimungkinkan sumber air yang ditemukan itu berupa cekungan bebatuan dan bukan berupa sumber air Luweng Pace.

“Di pengeboran ke lima petugas menemukan air tetapi sumber tersebut dinilai tidak layak,” jelas dia.

Sementara itu, menurut Kepala Bidang Geologi, Air Tanah dan Energi, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wonogiri, Septaning, pencarian sumber air Luweng Pace masih berlanjut namun hasil pengeboran belum membuahkan hasil.

Dia mengatakan, sumber air yang ditemukan tidak layak karena debit airnya minim.

das

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…