Selasa, 6 Oktober 2009 15:06 WIB Klaten Share :

Diduga maling, laki-laki tak dikenal tewas dimassa

Klaten (Espos)–Seorang laki-laki tak dikenal yang diduga akan melakukan tindak pidana pencurian pada Senin (5/10) malam di Dukuh Tarukan, Desa Sabrang, Delanggu, Klaten, tewas akibat dihajar massa.

Korban yang diperkirakan berumur 30 tahun tersebut mengalami luka parah pada bagian kepala. Korban tewas pada Selasa (6/10) pukul 07.00 WIB saat mendapat perawatan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.

Seorang dokter umum IGD RSU PKU Muhammadiyah Delanggu, dr Faruq saat ditemui wartawan menuturkan, korban mendapat 40 jahitan luka di kepalanya. Saat ditanya apakah korban mengalami pendarahan dalam pada bagian kepala, menurutnya memungkinkan saja. Namun dia tidak dapat memastikan hal itu dikarenakan RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tidak memiliki CT scan atau alat pendeteksi organ dalam tubuh.

Faruq mengungkapkan, luka korban pada bagian kepala berbentuk tak teratur seperti dikoyak benda tumpul. Beberapa luka korban terdapat di bagian atas mata sebelah kiri, dahi, bagian bawah mata kanan, serta bagian dagu.

Saat di IGD RSU PKU Muhammadiyah, kondisi kesadaran korban terus menurun dan nafas tak lancar.

“Kondisinya ke arah koma. Di bagian kepala mendapat 40 jahitan luka oleh petugas,” ujarnya.

Sedangkan berdasar keterangan yang dihimpun Espos di lokasi kejadian diketahui, tingkah aneh korban kali pertama diketahui warga Sabrang pukul 23.30 WIB yakni dikediaman Ny Herman atau Yayuk, 65.

Saat itu Ny Herman yang tinggal sendirian di rumah dikagetkan dengan suara ketukan di jendela kaca rumahnya dari laki-laki tak dikenal. Saat itu laki-laki tak dikenal tersebut meminta Ny Herman membuka jendela.

“Lucunya ibu membuka jendela dan laki-laki itu langsung melompat masuk rumah dan celingak-celinguk. Tak berapa berselang laki-laki yang mengenakan baju warna cokelat itu kabur melalui jendela yang dibuka tadi, tanpa membawa barang apa apun,” ujar Eptik, 32, anak Ny Herman saat ditemui wartawan.

Ditambahkan dia, beberapa menit setelah kejadian tersebut si laki-laki tak dikenal itu diketahui telah ditangkap oleh warga Sabrang dan dipukuli.

Pada bagian lain, Kapolres Klaten AKBP Tri Warno Atmojo melalui Kapolsek Delanggu AKP Sunarto didampingi Kanitreskrim Iptu Budi Santoso saat dimintai keterangan menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki peristiwa tersebut. Sejumlah saksi   telah dimintai keterangan.

Informasi sementara yang diperoleh polisi, korban dimassa lantaran berlaku mencurigakan pada malam kejadian sekitar pukul 00.15 WB.

Saat itu korban dilaporkan terlihat sedang mengendap-endap menuju sepeda motor Suzuki Shogun Nopol AD 3771 EV di halaman rumah Wijayanyo, 25, warga setempat. Ketika ditanya oleh salah seorang warga, korban justru berlari sehingga warga langsung mengejar.

“Dugaan sementara, korban akan mencuri sehingga ditangkap oleh warga dan dipukuli. Tapi kami terus selidiki dengan mengumpulkan keterangan saksi,” tegas Iptu Budi.

kur

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…