Selasa, 6 Oktober 2009 18:20 WIB News,Boyolali Share :

BKKBN
Komitmen kepala daerah sukseskan KB minim

Boyolali (Espos)–Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) Pusat, Sugiri Syarief, menilai komitmen kepala daerah untuk menyukseskan program KB, masih kurang.

Indikasi ini terlihat dari penekanan pertumbuhan penduduk masih stagnan di angka 2,6 persen. Stagnasi ini terjadi sejak 10 tahun terakhir pascareformasi. Semestinya, dalam 10 tahun terakhir pertumbuhan penduduk mampu ditekan hingga 2,2 persen.

“Jika kepala daerah bergerak aktif, pertumbuhan penduduk setidaknya mampu turun hingga 2,2 persen,” katanya, dalam sambutan Temu Kader KB Desa dan Pencanangan Gerakan PKK-KB-Kes Tingkat Jateng, di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Selasa (6/10).

Menurut Sugiri kondisi ini tidak dapat dibiarkan berlarut. Ia meminta seluruh kepala daerah mengadakan koordinasi untuk segera kembali menjalankan program KB dengan menggandeng stake holder.

Sugiri menambahkan, pemerintah daerah dapat menjalankan program KB dengan menggandeng PKK dan TNI. Kedua unsur ini dinilai strategis mampu menyukseskan KB.

Dengan keseriusan para kepala daerah, Sugiri menargetkan pertumbuhan penduduk mampu ditekan hingga 2,1 persen pada 2015.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, mengatakan pertumbuhan penduduk di Jawa Tengah saat ini mencapai 0,4 persen per tahun. Angka tersebut dinilai masih terlalu tinggi. Untuk mengantisipasi ledakan penduduk, program KB perlu lebih digalakkan.

Menurut Bibit, Pemprov Jateng menyediakan dana sebesar Rp 1,7 miliar. Demi menyukseskan program KB, pada tahun 2010 dana akan dilipatkangandakan.

“KB ini merupakan program pemerintah, maka sebaiknya dijalankan secara baik.”

Bibit menaruh harapan besar terhadap seluruh kepala daerah di Jawa Tengah untuk serius melaksanakan program KB. Kesulitan yang dihadapi selama ini harus segera dievaluasi agar program-program KB lebih terencana dan tertata, sehingga berjalan baik.

Lebih lanjut Bibit menguraikan, saat ini penduduk Jawa Tengah mencapai 35 juta jiwa. Jika laju pertumbuhan melalui KB tidak dijalankan serius, maka akan terjadi ledakan jumlah kelahiran.

Selain kepada kepala daerah, Bibit juga mengajak seluruh kalangan baik tokoh agama maupun masyarakat berperan aktif menyukseskan program KB ini.

Sebelumnya, Sugiri memberikan penghargaan berupa lencana kepada lima Bupati yang dinilai berjasa dan berhasil menggalakkan program KB. Para Bupati yang mendapatkan lencana Manggala Karya Kencana, yakni Bupati Boyolali, Sri Moeljanto; Bupati Rembang, Moch Salim; Bupati Kendal, Siti Markesi dan Bupati Wonosobo, Kholiq Arif. Sedangkan pengharagaan Satya Lencana Wirakarya diberikan untuk Bupati Brebes, Indra Kusuma.

dwa

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…