Selasa, 6 Oktober 2009 19:00 WIB Sukoharjo Share :

10 Sungai di Sukoharjo rusak

Sukoharjo (Espos)–Sebanyak 10 sungai berdasarkan hasil survei Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang diserahkan kepada Badan Perencanaan Pembangunan (Bapeda) mengalami kerusakan signifikan. Kesepuluh sungai itu, masing-masing Kali Luwur, Weru ; Bengawan Solo, Nguter; Kali Brambang, Baki; Kali Jlantah    Bendosari, Nguter; Kali Samin, Polokarto; Kali Denkeng, Weru; Kali Buntung, Bulu;    Kali Langsur    Sukoharjo, Grogol; Kali Songgorunggi, Nguter dan Solo Baru.

Berdasar informasi yang dihimpun di Bappeda, hasil survei tersebut saat ini telah dimasukkan sebagai bahan penyusunan peraturan daerah (Perda) mengenai daerah rawan bencana yang kemungkinan akan ditetapkan pada 2010 mendatang.

Terkait dengan penetapan Perda mengenai daerah rawan bencana, saat ini Bapeda masih dalam tahap antara. Tahapan ini adalah tahapan pertengahan atau dengan kata lain tahapan sesudah pra dan sebelum tahapan final. Untuk menuju tahapan final, terlebih dulu Bapeda harus melakukan rapat koordinasi (Rakor) dengan sejumlah dinas terkait guna membahas mengenai kebutuhan apa saja untuk daerah awan bencana. Hasil Rakor tersebut selanjutnya menjadi pijakan pembangunan Sukoharjo ke depan.

Dikonfirmasi, Selasa (6/10) Sekretaris Bapeda, Suhari membenarkan bahwa saat ini sejumlah dinas telah mengajukan hasil survei wilayah. Hasil survei tersebut, imbuh dia, ke depan akan dijadikan pijakan untuk menentukan arah pembangunan infrastruktur ke depan.

Di bagian lain, Kepala DPU, AA Bambang Haryanto mengaku tidak begitu hapal dengan pendataan yang dilakukan pihaknya. “Mohon maaf sekarang saya masih ada di luar kota, jadi kalau ditanya tentang data sungai yang rusak tidak hapal,” jelasnya.

Terkait hasil survei sungai yang mengalami kerusakan, Bambang mengakui, sebelum ini pihaknya memang telah melakukan penelitian. Berdasarkan hasil penelitisan itu, ditemukan sebanyak 10 sungai di Kota Makmur mengalami kerusakan berupa genangan maupun tebing longsor.

Ditambahkan Bambang, pendataan tersebut berkaitan dengan pemetaan wilayah Sukokoharjo yang rawan bencana.

aps

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…