Senin, 5 Oktober 2009 18:50 WIB Sragen Share :

Terancam krisis air, 5 Kecamatan di Sragen diawasi

Sragen (Espos)–Sebanyak 5 kecamatan di Sragen mendapatakan pengawasan ketat selama berlangsungnya musim kemarau. Sementara itu, dropping air bersih yang dilakukan Pemkab setempat sepanjang musim kemarau sudah mencapai
208 tangki.

Menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sragen, Supriyatno saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (5/10) kelima kecamatan yang dimaksud meliputi Kecamatan Masaran, Sumberlawang, Mondokan, Jenar, Gesi. Berbagai upaya koordinasi dengan pihak-pihak terkait sudah dilakukan sejak dini.

Dengan demikian, setiap ada pengajuan dropping air bersih, Dinsos siap melayani.

“Kami 24 jam penuh siap melayani permohonan bantuan air bersih. Itu prinsip yang kami pegang selama ini,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebagian besar permohonan bantuan air bersih untuk mendukung kebutuhan air minum bagi masyarakat. Beberapa pekan terakhir, sejumlah daerah yang meminta dropping Air bersih, termasuk Jekawal (Tangen), Sepat (Masaran), dan Banyuurip (Jenar).

“Semoga musim kemarau ini segera berubah menjadi musim hujan. Kemungkinan besar, datangnya musim hujan tidak akan lama lagi. Hal ini akan membantu masyarakat Sragen dalam mendapatkan air bersih,” kata dia.

pso

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…