Senin, 5 Oktober 2009 15:50 WIB Karanganyar Share :

Sopir dan kernet jadi korban pembiusan

Karanganyar (Espos)–Kejahatan bermodus pembiusan belum lama ini terjadi di wilayah hukum Polres Karanganyar. Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu pelaku yang membawa kabur truk dan seluruh isinya itu ke sejumlah daerah.

Keterangan yang dihimpun Espos, Senin (5/10), pembiusan yang menimpa sopir dan kernet truk dari Banyuwangi itu berawal saat keduanya baru saja mengantarkan barang dagangan ke Yogyakarta, pekan lalu.

Saat itu sopir truk, Ahmad Jubaidi, 49, warga Kopen RT 03/RW I Desa Kradenan, Purwoharto, Banyuwangi, dan kernetnya, Jumadi, 46, warga Simbar RT 01/RW V, Desa Curing, Banyuwangi, yang baru saja mengantarkan barang ke Yogyakarta bermaksud kembali ke Banyuwangi. Namun karena ingin memperoleh muatan kembali ke Jatim, mereka mampir di Pedaringan, Solo, yang biasa dipakai ngetem awak truk dari berbagai daerah.

Di tempat itu, mereka didatangi seseorang yang akan menyewa truk Mitsubishi bernomor polisi P 8009 UF tahun 2005 itu yang dikemudikan korban.
Orang itu akan membawa barang pindahan rumah dari Tawangmangu ke Ngawi, dengan kesepakatan ongkos sewa truk senilai Rp 800.000.

Usai mengambil barang ke Tawangmangu, mereka kemudian bermaksud menuju Ngawi dengan melalui rute lewat Palur–Sragen–Ngawi. Namun sesampainya di Gerdu, Karangpandan, orang yang akan menyewa truk itu meminta berhenti karena akan menemui kepala desa Gerdu.

“Di daerah itu, kami diajak makan dulu di restoran Sun Garden di Karangpandan. Di tengah makan, kami didatangi dua orang yang mengaku teman si penyewa tersebut. Kami makan dan minum bersama,” kata Achmad Jubaidi kepada petugas.

Menurut pengakuannya, mereka lantas diajak minum bir hitam dan bir putih yang sudah disiapkan oleh dua rekan penyewa tadi. Ternyata, begitu meminum campuran bir itu, sopir dan kernet langsung mabuk sampai tidak sadarkan diri. Ketika bangun, keduanya sudah berada di ruang perawatan RSUD Kartini Karanganyar.

“Katanya, kami dibawa ke sini oleh pegawai restoran yang menemukan kami di salah satu gazebo restoran itu. Kami tidak tahu ke mana ketiga orang yang menyewa truk tersebut. Begitu pula truk milik saya,” akunya.

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Djoko Satriyo Utomo, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Saat ini pihaknya masih memburu kawanan penjahat tersebut ke beberapa lokasi.

“Kami sudah mengantongi jejaknya, termasuk skesta wajah. Modus kejahatan ini mirip yang dilakukan di Klaten, yaitu sopir dan kernet dibius, dan truknya dibawa pergi. Sepertinya memang ada keterkaitan dan bahkan mungkin pelakunya sama,” kata dia mewakili Kapolres AKBP Sri Handayani.

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Polres Klaten dan Polres Ngawi untuk menangani kasus itu. Sebab diduga komplotan tersebut memang sebuah jaringan yang khusus mengerjai sopir dan kernet truk.

dsp

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…