Senin, 5 Oktober 2009 11:00 WIB News Share :

SBY
TNI harus bersinergi dengan Polri berantas terorisme

Jakarta–Kinerja Densus 88 dalam pemberantasan teroris tidak perlu diragukan lagi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun meminta agar TNI juga ikut bergabung dengan Polri dalam menanggulangi ancaman teror di Indonesia.

“TNI agar terus bersinergi dengan kepolisian untuk berkontribusi dalam penanggulangan teroris,” ujar SBY dalam sambutannya dalam peringatan Hari TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (5/10).

Densus 88 berhasil melumpuhkan gembong teroris asal Malaysia Noordin M Top pada 17 September 2009 di Mojosongo, Solo, Jawa Tengah. Tidak hanya Noordin, 3 teroris juga tewas dilumpuhkan Densus 88 yakni Bagus Budi Pranoto alias Urwah, Ario Sudarso alias Aji, dan Hadi Susilo.

Keberhasilan Densus 88 dimulai dari penggerebekan di Jatiasih Bekasi. 2 Teroris yang akan dijadikan pelaku bom bunuh diri yakni Air Setiawan dan Djoko Eko Sarjono alias Eko Peyang juga ikut tewas. Bahkan sejumlah bahan peledak ditemukan.

Setelah dari Jatiasih, Densus menggerebek sebuah rumah di Temanggung. Tadinya di dalam rumah tersebut diduga Noordin. Namun setelah tewas, baru diketahui kalau orang yang berada di dalam rumah adalah florist Hotel Ritz-Carlton Ibrohim alias Boim.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…