Senin, 5 Oktober 2009 19:27 WIB News Share :

Mobil warga Sukoharjo tertabrak KA

Grobogan (Espos)–Rombongan pebulutangkis asal Kabupaten Sukoharjo, nyaris menjadi korban di perlintasan KA tanpa pintu di Desa Monggot, Kecamatan Geyer, setelah mobil yang mereka tumpangi tertabrak KA pengangkut minyak Pertamina, Minggu malam (4/10).

Beruntung lima pebulutangkis yang berada di mobil Daihatsu Espas Nopol AD 8473 CF  yang mengangkut mereka dari Cemai, Grogol, Sukoharjo tersebut berhasil keluar dari dalam mobil sebelum akhirnya tertabrak KA minyak itu.

Menurut pengemudi mobil, Rohmadi, 54, kepada wartawan menyatakan, dirinya bersama rombongan bermaksud ke Kudus. Rombongan yang menggunakan mobil Espas, sampai di perlintasan KA tanpa palang pintu di Desa Monggot sekitar pukul 18.00 WIB.

Ketika mobil hendak melintasi rel, tiba-tiba mesin mobil mati. Bersamaan itu dari arah selatan terlihat KA minyak menuju ke arah utara. Kontan penumpang panik dan segera berhamburan keluar.

“Semula saya mencoba untuk menghidupkan mesin yang tiba-tiba mati itu, namun tak kunjung hidup, sehingga saya bersama penumpang lainnya bergegas turun dari mobil,” jelasnya.

Semula mereka hendak mendorong mobil agar tidak tertabrak KA. Namun sudah terlambat, sehingga KA pengangkut minyak dari Cilacap menuju Cepu itu akhirnya menabrak bagian pintu mobil sebelah kanan.

Beruntung, KA berjalan tidak terlalu kencang dan masinis sempat mengerem saat melihat ada sebuah mobil berada di perlintasan. Sehingga tabrakan tidak terlalu keras, kendati demikian pintu bagian pengemudi sempat penyok.

“Kereta langsung berhenti saat tabrakan. Sehingga saya minta tolong agar masinis memundurkan KA, untuk meminggirkan mobil bersama warga,” ujar Rohmadi.

Kejadian mobil tertabrak KA di perlintasan tanpa penjaga dan palang pintu tersebut, menurut warga sekitar lokasi kejadia, Wartono, memang sering terjadi. Diduga selain karena tanpa palang pintu, juga karena lokasi perlintasan yang menanjak dari arah barat dan menurun dari arah timur menyulitkan pengemudi melihat kedatangan KA.

“Jalan Monggot ini sekarang sudah menjadi jalur alternatif menuju Solo, sehingga banyak kendaraan yang melintas. Sebaiknya PT KA segera memasang palang pintu, agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” saran Wartono.

rif

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…