Senin, 5 Oktober 2009 11:29 WIB News Share :

Korban gempa di Padang Pariaman mulai kelaparan

Padang–Korban gempa di sejumlah kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman mulai kelaparan. Hal ini disebabkan banyak warga setempat yang belum tersentuh bantuan.

Meski telah enam hari pasca gempa Sumbar, distribusi bantuan gempa terkesan lamban. Padahal akses jalan ke sejumlah kabupaten dan kecamatan telah lancar. Tapi pmerintah setempat sangat lamban dalam mengdistribusikan bantuan sembako dan tenda-tenda darurat.

Akibatnya sebagian besar korban gempa kini mulai mengaku kelaparan. Stok beras mereka di rumah sudah habis. Satu-satunya harapan para korban meminta adanya bantuan beras dari pemerintah.

“Awak sudah dua hari ini numpang makan sama keluarga. Tak ada lagi beras di rumah, seisi rumah awak sudah hancur,” keluh Ujang warga Kecamatan Patamuan, Senin (5/10).

Menurut warga, jangan bantuan sembako, tenda plastik darurat untuk berteduhpun tidak mereka dapatkan. Minimnya bantuan sembako, mengancam ribuan korban gempa kelaparan.

“Sudah sudah hari ini kami hanya makan mie instan yang disumbang dari warga yang melintas dengan mobil pribadi. Belum ada kami terima beras,” kata Sahrul (35) warga lainnya.

Cerita Sahrul sebelumnya dia sempat numpang makan di keluarganya. Namun belakangan, dia merasa sungkan terus menerus menumpang makan. Karenanya dia berusaha ke sana kemarin menemui sejumlah posko bantuan. Namun sembako yang dia harapkan tak kunjung didapat.

“Awak malu kalau numpang makan terus. Tapi anak-anak awak masih menumpang di rumah saudara, biar mereka tetap bisa makan nasi. Awak biarlah makan mie saja,” tutur Sahrul.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…