Senin, 5 Oktober 2009 19:21 WIB Sport Share :

Jepang calonkan diri jadi tuan rumah Piala Dunia

Tokyo–Jepang berencana mencalonkan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022, meskipun gagal dalam pencalonan untuk menyelenggarakan Olimpiade 2016.

Persatuan Sepak Bola Jepang (JFA) semula mengatakan pencalonan Jepang tergantung pada hasil pemungutan suara Komite Olimpiade Internasional (IOC) Jumat lalu di Kopenhagen, yang dimenangi oleh Rio de Janeiro.

Tetapi, seorang  pejabat JFA mengatakan kepada Reuters Senin bahwa tidak ada rencana untuk menarik pencalonan turnamen 2018 dan 2022 itu.

Para penyelenggara Jepang akan menggunakan venue yang dipakai dalam Piala Dunia 2002. Pada  waktu itu Jepang menyelenggarakan Piala Dunia bersama Korea Selatan.

Tetapi, peraturan baru FIFA menetapkan bahwa negara tuan rumah Piala Dunia harus membangun stadion dengan kapasitas minimum 80.000 tempat duduk untuk pertandingan pembukaan dan final.

JFA telah merencanakan akan menggunakan stadion Olimpiade yang berkapasitas 100.000 tempat duduk yang diusulkan bila Tokyo berhasil dalam pencalonannya untuk menjadi tuan rumah olimpiade 2016.

Yokohama, tempat pertandingan final Piala Dunia 2002, mempunyai  stadion terbesar di Jepang dengan kapasitas 70.000 tempat duduk.

Presiden JFA, Motoaki Inukai, menginginkan Tokyo, yang tidak menyelenggarakan pertandingan pada turnamen 2002 itu, menyelenggarakan pertandingan final Piala Dunia.

“Saya ingin pertandingan final diselenggarakan di ibukota kami,” kata Inukai, Senin, kepada media Jepang.

Tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 akan diumumkan Desember tahun depan.

Inggris, Rusia, Australia, dan Amerika Serikat merupakan di antara negara yang mencalonkan diri jadi tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.

Spanyol dan Portugal mengajukan pencalonan bersama, demikian juga Belanda dan Belgia. Korea Selatan dan Qatar hanya mengajukan pencalonan untuk Piala Dunia 2022.

Piala Dunia 2010 akan diselenggarakan di Afrika Selatan, sementara Brasil menyelenggarakan Piala Dunia 2014.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…