Senin, 5 Oktober 2009 13:13 WIB News Share :

DPD akan adukan Farhan Hamid ke BK

Jakarta–Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tidak mengakui senator asal Aceh, Ahmad Farhan Hamid sebagai perwakilan DPD di Pimpinan MPR. DPD malah akan mengadukan Farhan Ke Badan Kehormatan.

“DPD tidak mengakui Farhan Hamid sebagai wakil DPD, tidak dipilih DPD dan mengajukan sendiri. Etikanya sangat rendah dan ini akan dibawa ke Badan Kehormatan,” kata Wakil Ketua DPD, Laode Ida, ditemui wartawan di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/10).

Laode mengaku terkejut atas ulah Farhan. Mantan anggota FPAN DPR periode lalu itu, lanjutnya, bahkan tidak masuk nama-nama yang sudah diusulkan oleh DPD.

“Namanya saja tidak terdaftar dalam usulan, tahu-tahu muncul. Kami hanya akan mengusulkan Aksa Mahmud dan Jan Farid,” kata Laode.

Menurut Laode ini adalah awal buruk terkait keterwakilan DPD di MPR. DPD, katanya, seperti tidak terwakili sama sekali.

“Ini merupakan preseden buruk menurut saya. Semoga hanya terjadi pada diri Farhan Hamid,” imbuhnya.

Laode mengatakan, unsur Pimpinan MPR dari DPD haruslah melalui rekomendasi DPD, bukan maju sendiri.

“Semuanya ditentukan melalui rapat internal yang sedang berlangsung saat Farhan dilantik,” tegasnya.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…