Senin, 5 Oktober 2009 17:34 WIB Sragen Share :

Bupati larang minta bantuan dengan turun di jalan

Sragen (Espos)–Bupati Sragen, Untung Wiyono melarang warganya untuk meminta bantuan dengan turun di jalan. Pasalnya, permintaan bantuan dengan turun di jalan dianggap mengganggu aktivitas penguna jalan  yang melintas.

Demikian ditegaskan Bupati Sragen, Untung Wiyono di tengah-tengah memberikan sambutan saat acara halal bihalal di gedung DPRD Sragen, Senin (5/10).
Dengan seringnya kejadian musibah bencana alam di sejumlah daerah di Indonesia mengakibatkan banyaknya unsur masyarakat yang berpacu membantu korban bencana.

Mestinya, tujuan mulia tersebut ditempuh dengan cara yang bijak dan tidak mengganggu kenyamanan orang lain.

“Ada banyak cara dan tidak harus mengganggu orang lain,” katanya. Hal senada juga dijelaskan Kabag Humas Pemkab Sragen, Harjuno Toto.

Seharusnya, setiap unsur masyarakat yang meminta bantuan di jalanan menghormati pengguna jalan. Terdapat berbagai cara dalam mengumpulkan bantuan, seperti melalui perusahaan ataupun instansi pemerintah dan swasta.

“Misalnya, seluruh Satker di Pemkab Sragen sudah mengumpulkan bantuan dengan sendirinya. Di sini, koordinatornya sudah ditunjuk dan cenderung tidak mengganggu aktivitas di jalanan. Hal seperti ini juga sering dilakukan di instansi pendidikan dan lainnya,” terang dia.

pso

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…