Senin, 5 Oktober 2009 14:16 WIB News Share :

BNPB
Korban tewas capai 608 orang

Jakarta–Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban tewas gempa Sumber bertambah menjadi 608 orang. Sedangkan 343 orang hilang, korban luka berat 596 orang dan luka ringan 897 orang.

Rumah penduduk yang mengalami kerusakan meliputi 88.272 unit rusak berat, 43.323 unit rusak sedang dan 47.076 unit rusak ringan. Kerusakan terparah terlihat di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman, baik kerusakan bangunan maupun kerusakan geologi dan longsoran, yang diakibatkan oleh faktor kedekatan lokasi dengan episentrum, faktor geologi, dan konstruksi bangunan.

Seperti dilansir website BNPB, kerusakan di Kota Padang banyak terjadi di dataran rendah (kurang dari 25 meter di atas permukaan laut) yang disusun oleh endapan alluvial. Lokasi terparah adalah Pecinan. Kerusakan juga terjadi pada bangunan yang mengalami keretakan akibat gempa tahun 2007 lalu.

Telah ada 21 Tim SAR dari 14 negara (688 personel) yang mengkaji 31 titik reruntuhan bangunan dan menyatakan sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan. Untuk itu, Tim SAR dalam waktu dekat akan menarik diri dari aktivitas search and rescue dari Kota Padang. Kegiatan rescue dialihkan ke sebelah timur, utara, selatan Kota Padang. Sedangkan tenaga medis masih akan melanjutkan kegiatan pelayanan kesehatan bagi korban bencana.

Kebutuhan mendesak yang diperlukan di lokasi bencana adalah pompa air dan lampu sorot untuk pencarian/evakuasi korban tanah longsor di Kabupaten Pariaman, tenda gulung dan tenda keluarga, selimut, generator dan instalasi penjernih air.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…