Senin, 5 Oktober 2009 17:33 WIB Boyolali Share :

Bertahun-tahun andalkan lampu teplok, 44 KK peroleh aliran listrik

Boyolali (Espos)–Setelah bertahun-tahun hidup dalam kegelapan, akhirnya warga Dukuh Tumut, Desa Jrakah, Kecamatan Selo bisa merasakan terangnya lampu pijar di malam hari begitu jaringan listrik PLN masuk di wilayah Sabtu pekan lalu. Selama ini, mereka hanya mengandalkan penerangan di malam hari pada sinar api yang memancar dari lampu teplok.

“Jaringan listrik masuk Kecamatan Selo sebenarnya sudah sejak 1986, namun masuk ke Dukuh  Tumut baru sekarang ini,” ungkap Tumar, Kepala Desa Jrakah di sela-sela acara Peresmian Listrik Masuk Desa oleh Wakil Bupati Boyolali, Seno Samodro, Sabtu (3/10).

Masuknya jaringan listrik tersebut seolah membuka tempurung yang selama ini menutupi 44 kepala keluarga yang tinggal di dukuh terpencil ini karena lokasinya yang berada di lereng Gunung Merbabu.

Banyak hal yang belum bisa mereka nikmati selama jaringan listrik dari PLN ini belum masuk. Seperti menonton televisi.

Jaringan listrik yang masuk ke Dukuh Tumut berasal dari PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Borobudur. Hal ini dikarenakan secara geografis lokasi Dukuh Tumut lebih dekat dengan wilayah jaringan listrik Kabupaten Magelang dibanding dengan jaringan listrik dari Kabupaten Boyolali.

Tumar mengaku memang sebelumnya sebagian warga sudah menikmati jaringan listrik lewat pembangkit listrik tenaga surya. Namun pasokan listrik yang dihasilkan tidak bisa diandalkan dan hasilnya tidak maksimal.

Dari 30 unit pembangkit listrik tenaga surya yang ada, saat ini tinggal tiga unit saja yang masih bisa beroperasi.

“Selama ini masyarakat menggeluti usaha mebel kayu dengan pengerjaan secara tradisional. Dengan adanya listrik ini masyarakat bisa lebih memanfaatkannya untuk memajukan usaha mebel mereka,” sahut Tumar.

Wabup Seno Samodro dalam sambutannya mengingatkan kepada warga Dukuh Tumut untuk sama-sama menjaga kelangsungan jaringan listrik tersebut. Hingga saat ini, di Desa Jrakah masih ada dukuh lain yan belum terjamah jaringan listrik PLN yakni Dukuh Tempal. Menyangkut hal ini, Wabup menyatakan pihaknya berupaya agar pada 2010 nasib Dukuh Tempal bisa seperti Dukuh Tumut.

kha

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…