Minggu, 4 Oktober 2009 20:15 WIB News Share :

Ribuan pengungsi di Padang Pariaman butuh tenda

Padang–Pasca gempa selama lima hari, ribuan kepala keluarga (KK) di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, masih belum menerima bantuan tenda plastik. Padahal tenda itu sangat dibutuhkan untuk berteduh anak dan keluarga mereka.

Minggu (4/10), masyarakat banyak mengeluhkan belum menerima bantuan tenda. Pasca gempa mereka hanya mengandalkan tikar buruk yang mereka jadikan tenda.

“Cuma tikar buruk ini kami jadikan tenda. Tenda ala kadarnya ini hanya untuk berteduh anak-anak kami saja. Kasian mereka belum tahan angin malam,” ujar Ujang,50,warga Kecamatan Batang Anai, Kab Pariaman dalam perbincangan dengan detikcom.

Warga di sana hanya bisa pasrah dengan keadaan yang ada. Mereka sebenarnya sudah meminta tenda plastik pada struktur desa mereka. Namun jawabannya di Sakorlak Kabupaten sumbangan tenda sudah habis.

“Ini malam kelima kami tidur beratapkan langit. Rumah kami hancur rata dengan tanah. Tak tahu kami harus berbuat apa,” keluh Hamzah warga lainnya.

Warga juga mengaku bingung, saban hari mereka melihat truk melintas bertuliskan bantuan gempa Sumbar. Tapi mereka hanya bisa melihatnya saja.

“Saban hari truk melintas di kampung kami ini bawa bantuan. Tapi kok yang namanya bantuan tenda plastik belum juga kami dapatkan,” keluh Sarih warga Lubuk Alung.

dtc/tya

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…