Minggu, 4 Oktober 2009 14:46 WIB News Share :

Balon gas untuk syuting meledak, puluhan orang terluka

Jakarta–Sebuah balon gas yang hendak dipakai untuk syuting iklan salah satu provider telepon seluler meledak. Akibatnya, puluhan orang mengalami luka bakar.

Petugas Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya mengatakan, peristiwa itu terjadi di pinggir Jl Jendral Sudirman, Jakarta Selatan (Jaksel). Tepatnya di depan Kampus Universitas Atma Jaya.

Sekitar pukul 09.00 WIB, Minggu (4/10), sejumlah kru memulai kegiatan pengambilan gambar. Tanpa sebab yang jelas, balon gas yang akan menjadi obyek kamera itu meledak.

“Korban dilarikan ke rumah sakit Jakarta. Namun, karena tidak ada obatnya, dipindahkan ke RS Pusat Pertamina menggunakan mobil patroli Dirlantas Polda Metro Jaya,” kata petugas tersebut kepada detikcom.
Korban balon meledak yang dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut (AL) Mintohardjo mencapai 28 orang. 8 Di antaranya dirawat intensif di Unit Gawat Darurat (UGD) karena kondisi kulitnya yang menghitam dan gosong.

“Untuk yang masuk grade 2 dan 3 yang kondisi kulitnya hitam dan gosong kita rawat, kalau merah masih bisa berobat jalan,” tutur dr Eko, salah seorang dokter yang menagani korban ledakan balon gas di RS Mintohardjo, Jl Bendungan Hilir, Minggu.

Salah seorang perawat yang enggan disebut namanya juga mengatakan bahwa korban berdatangan sejak pukul 10.00 WIB pagi tadi. Sebanyak 20 orang yang kulitnya memerah dan hanya menderita luka ringan diperbolehkan untuk berobat jalan.

Hingga kini, 8 orang masih dirawat intensif di ruang UGD. Dari pengamatan detikcom, para kru film yang tadinya akan melakukan syuting iklan salah satu provider seluler nampak memenuhi ruang UGD. Belum ada keterangan dari pihak penanggung jawab acara.   

Untuk mempercepat proses jalannya pengobatan para korban, wartawan yang meliput dilarang masuk oleh pihak kepolisian.Korban ledakan balon gas yang hendak digunakan untuk keperluan syuting terus bertambah. Setelah sebelumnya enam orang crew dilaporkan dilarikan ke rumah sakit, kini jumlah korban terus bertambah.

Berdasarkan data yang dilansir oleh situs Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro jaya, jumlah korban luka-luka mencapai 37 orang. Sebanyak 15 orang dibawa ke RS Pusat Pertamina dan 22 orang dibawa ke RS AL Mintoharjo.

Dugaan sementara, ledakan terjadi karena ada gesekan antara balon dengan permukaan aspal. “”Ledakan balon tersebut diduga karena terjadi gesekan antara balon dengan permukaan aspal,” ujar Aiptu Marno petugas Dik Yasa Dit Lantas PMJ.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…