Hyundai Santa Fe
Minggu, 4 Oktober 2009 20:36 WIB News Share :

5 Calon Hakim Agung punya selingkuhan

Jakarta–Untuk mengisi kekosongan 6 kursi hakim agung, Komisi Yudisial (KY) melakukan seleksi tahap akhir bagi calon hakim agung. Kini, ada 35 orang yang akan diseleksi oleh KY, yang kemudian 18 orang akan diajukan ke DPR.

Namun dari penelusuran Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (Mappi) bekerjasama dengan Indonesia Coruption Watch (ICW) 25 calon hakim agung bermasalah. 5 di antaranya berselingkuh alis punya WIL (Wanita Idaman Lain).

Hal ini dikatakan oleh anggota ICW, Lilian Deta Artasari ketika menggelar jumpa pers di Sekretariat ICW, Jl Kalibata Timur 4, Jakarta, Minggu (4/10).

“Ada lima orang calon hakim agung yang memiliki masalah selingkuh WIL dan KDRT,” ujar Lilian. Temuan lima orang ini menurut Lilian berdasarkan laporan masyarakat.

Lima orang ini adalah termasuk dari 25 calon hakim agung yang dianggap bermasalah lain. Masalah-masalah lain yakni, ditengarai sebagai pencari kerja atau job seeker ada 5 orang, kekayaan dan gaya hidup yang tidak wajar sebanyak 4 orang, terindikasi sebagai pemain perkara sebanyak 3 orang, dan sering menyalahgunakan wewenang sebanyak 3 orang, serta masalah-masalah lainnya.

Lilian mengungkapkan dari catatan Mappi dan ICW, hanya 3 orang calon hakim agung yang dianggap pantas dan kredibel.

“Hanya 3 yang kredibel dan sejauh ini tidak memiliki persoalan terkait dengan integritas, sedangkan 7 orang lainnya belum jelas ,mengenai integritas dan kualitasnya,” ucap Lilian.

Meski tak menyebut nama, 3 orang yang dimaksud Lilian, satu dari tiga orang berasal dari hakim karier dan dua non karier.

Sementara itu, anggota ICW yang lain, Emerson Junto, meminta agar KY tak memaksakan kuantitas, dengan mengabaikan kualitas dan integritas. Juga meminta agar tidak melolokan hakim agung yang membahayakan peradilan Indonesia.

dtc/tya

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…