Sabtu, 3 Oktober 2009 19:18 WIB News Share :

Status tanggap darurat di Sumbar 2 bulan

Bandung–Pemerintah menetapkan status tanggap darurat di Sumatera Barat (Sumbar) selama dua bulan menyusul bencana alam gempa bumi berkekuatan 7,6 skala Richter yang memporakporandakan Padang dan sekitarnya.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI Hatta Rajasa di Bandung, Sabtu (3/10), menyebutkan, setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan peninjaun secara langsung ke Padang, beliau menetapkan status tanggap darurat di Sumbar.

“Kita baru pulang kemarin (Jumat, red) dan sudah tinjau lokasi disana. Status tanggap darurat ini akan diberlakukan selama dua bulan kedepan,” katanya kepada Wartawan.

Menurutnya, saat ini semua bantuan bagi korban gempa dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah, sudah tersalurkan dengan baik. Mudah-mudahan bantuan tersebut sangat bermanfaat dan tepat sasaran.

Ia menjelaskan, kini yang diprioritaskan pemerintah  adalah mencari korban-korban yang masih hilang dan tertimbun di rerentuhan gedung-gedung dan pertokoan. Baik itu masih hidup, ataupun sudah meninggal.

“Yang pertama dan prioritas tetap melakukan evakuasi korban-korban yang masih hilang dan tertimbun di reruntuhan gedung,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sejauh ini tim evakuasi masih terus mencari korban hilang. Disamping itu, pemulihan kondisi Sumbar pasca gempa pun  terus dilakukan, terutama kondisi psikologis masyarakat.

ant/fid

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…