Sabtu, 3 Oktober 2009 12:24 WIB News Share :

Loko tabrak KRL

Jakarta–Sebuah lokomotif kereta api (KA) menabrak Kereta Rel Listrik (KRL) ekonomi non AC di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Sabtu (3/10) sekitar pukul 09:15 WIB, namun tidak menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

“Kerusakan hanya kecil saja dan setelah kejadian itu, baik lokomotif maupun KRL dapat melanjutkan perjalanan,” kata Kepala Humas PT (Persero) KA Daerah Operasi (Daops) I Sugeng Priyono.

Ia mengatakan, akibat kejadian itu, hanya satu jalur kereta yang bisa dilalui yakni arah Jakarta Kota saja, sedangkan arah Manggarai baru bisa normal sekitar pukul 11:30 WIB.

Kejadian itu, kata Sugeng, bermula ketika KRL 534 non AC arah Bogor sedang berhenti Stasiun Juanda untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Namun, tiba-tiba dari arah belakang, satu lokomotif menabrak KRL tersebut. Lokomotif itu dalam perjalanan pulang menuju depo di Jatinegara.

Namun, Sugeng mengaku belum mengetahui persis penyebab terjadinya tabrakan.

“Harusnya tidak ada tabrakan. Penyebabnya ya saya sendiri juga belum mengetahuinya,” ujarnya.

Kejadian itu juga menyebabkan terjadinya antrean baik KRL maupun kereta api di Stasiun Manggarai.

Bahkan, petugas sempat mengubah jadwal keberangkatan KRL karena terjadi antrian kereta hingga satu jam.

Salah satu KRL non AC dari Bogor tujuan Jakarta Kota terpaksa harus balik ke arah Bogor sehingga para penumpang yang menuju arah Jakarta Kota dipindahkan ke KRL AC Ekonomi arah Jakarta Kota yang sama-sama tertahan di Stasiun Manggarai.

Sedangkan KRL non AC itu kembali mengangkut penumpang arah Bogor.

Akibat pemindahan penumpang itu, KRL AC Ekonomi arah Jakarta Kota penuh sesak dengan penumpang.

ant/fid

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….