Sabtu, 3 Oktober 2009 14:54 WIB News Share :

Korban gempa Sumbar butuh 10.000 tenda

Padang–Para korban gempa bumi berkekuatan 7,6 SR kedalaman 71 KM arah 53 KM Barat Daya Pariaman Sumbar, hingga kini masih membutuhkan 10 ribu unit tenda darurat guna menampung keluarganya karena rumah mereka banyak yang sudah rata dengan tanah.

“Kita sangat membutuhkan tenda-tenda darurat khususnya yang berukuran kecil untuk satu keluarga,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Marlis Rahman, di Padang, Sabtu (3/10).

Menurut dia, hingga kini sudah banyak bantuan yang datang namun sedikit yang berupa tenda guna didistribusikan pada keluarga yang rumahnya rata dengan tanah itu.

“Bagi yang ingin memberikan bantuan, lebih efektif berupa tenda dan logistik, karena itu yang sangat dibutuhkan saat ini,” katanya.

Marlis Rahman mengatakan kini ribuan warga masih berada di pengungsian yakni di halaman rumahnya dan tanah lapang yang berada di sekitar bangunan yang ambruk itu.

Data sementara dihimpun dari posko gempa Sumbar sebanyak 21.732 unit rumah rusak berat, 9.572 rusak sedang dan 9.572 rusak ringan.

Informasi dihimpun di lapangan dalam jumlah besar keluarga itu kini hanya tinggal di tenda-tenda darurat yang terbuat dari terpal yang dipasang manual di depan rumahnya.

Kondisi itu membuat warga dikhawatirkan sakit terutama pada bayi dan anak-anak.

“Kami terpaksa tidur di tenda darurat ini karena rumah sudah rata dengan tanah,” kata Imam, korban gempa di Pasaman Barat.

Dia berharap pemerintah segera mendistribusikan bantuan bagi korban gempa itu terutama logistik dan juga juga tenda-tenda darurat.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…