Sabtu, 3 Oktober 2009 15:49 WIB News Share :

Distribusi bantuan gempa Sumbar masih semrawut

Padang–Penanganan penerimaan dan pendistribusian bantuan untuk korban gempa Sumatera Barat masih semrawut. Puluhan kendaraan pengangkut beragam bantuan, sejak tengah malam hingga pagi ini, masih tertahan di Posko Satkorlak Gempa Sumatera Barat, di depan kantor Gubenur Sumatera Barat, Jalan Jenderal Sudirman.

“Sejak malam tadi kami tidak tahu mau dikemanakan titipan bantuan di tiga truk ini,” ujar salah seorang rombongan pembawa bantuan Pemerintah Kota Pekanbaru, Akmal. Ia dan rombongannya membawa sembako, obat-obatan, dan pakaian, tiba sekitar pukul 03.00 WIB tadi.

Namun, saat ditanya ke sejumlah petugas di Posko Satkorlak, tidak satu pun pihak yang memberikan informasi.

“Ada yang menyebut nanti saja. Ada yang menyebut tidak tahu dan sebagainya,” tambah Akmal.

Akibat belum jelasnya penanganan bantuan, kata Akmal, pihaknya akan membawa bantuan itu langsung ke kantor Wali Kota Padang. Akmal mengatakan  sejumlah pihak lain juga mengaku belum mengetahui ke mana bantuan dibawa.

“Pimpinan memutuskan diserahkan langsung ke Wali Kota Padang.”

Sementara itu bantuan dari Jambi, Solok, dan daerah lain, termasuk dari PTPN V Riau, masih menumpuk di Satkorlak Jalan Jenderal Sudirman.

Salah seorang anggota rombongan pembawa bantuan dari PTPN V Riau mengatakan pihaknya akan langsung membongkar sendiri dan menumpuk bantuan di kantor Gubenur.

“Kita bongkar sendiri saja. Sejak subuh tadi, belum ada koordinasi dengan penerima,” ujar petugas pembawa bantuan gempa dari PTPN V Riau, Renta Purba.

“Kami juga masih menunggu mau dikemanakan bantuan ini,” ujar Afriani, dari rombongan pembawa bantuan dari Solok.

Pihak petugas Satkorlak gempa Sumbar sendiri mengatakan tertahannya pembongkaran dan pendistribusian bantuan dari Satkorlak itu hanya menunggu waktu pendistribusian.

Menurut Andi, salah seorang petugas di pencatatan Posko Satkorlak Gempa Sumbar, pihaknya masih menunggu petugas.

“Masih menunggu Tim yang membongkar dan mendistribusikan. Biasanya, dibongkar langsung disalurkan kepada posko di daerah-daerah,” kata Andi. “Maklum sudah dua hari. Dan mereka masuk tengah malam.”

Sementara itu, dari pantauan di sejumlah daerah, terlebih di kabupaten Padang Pariaman, korban bencana belum menerima bantuan apa pun. Hingga hari kedua sore kemarin, sejumlah desa malah masih terisolir.

“Belum ada yang memberi. Datang saja belum,” ujar Kepala Desa Cubadak Air Utara, Dajid Mansyur.
“Padahal, desa kami yang paling parah. Hampir semua rumah ambruk. Malah entah berapa yang tertimbun di longsor bukit,” ujarnya.

tempointeraktif/fid

lowongan pekerjaan
PT.SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…