Jumat, 2 Oktober 2009 15:57 WIB Hukum Share :

TPM pertanyakan adanya sejumlah kejanggalan

Solo (Espos)–Tim Pengacara Muslim (TPM) mempertanyakan adanya sejumlah kejanggalan kondisi jenazah tersangka teroris Susilo alias Adib yang tewas dalam penggerebekan di Mojosongo, Jebres, Solo.

“Pihak keluarga hanya diperkenankan melihat jenazah pada bagian mata ke bawah hingga dagu. Selain itu tidak boleh. Ini ada apa,” ungkap anggota TPM Anies Prijo kepada wartawan seusai pemakaman Susilo di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pracimaloyo, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, Jumat (2/10) dini hari.

Dia mengungkapkan, terdapat dua luka berbentuk lubang di bagian leher. Mengenai luka tersebut, kata Anies, hingga saat ini belum ada penjelasan dari pihak kepolisian.

Anies menegaskan, untuk mendapatkan kepastian pihaknya akan berupaya untuk mendapatkan salinan hasil autopsi dari Puslabfor. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Mengenai langkah hukum, dia menegaskan, pihaknya akan menunggu salinan tersebut.

“Kami lihat dulu hasil dalam salinan itu seperti apa,” papar kuasa hukum keluarga Susilo ini.

Lebih lanjut Anies menilai lamanya proses pemulangan jenazah tidak lazim. Sebab, imbuh dia, jenazah baru bisa dibawa pulang setelah 15 hari meninggal.

Dia menegaskan, pihak kepolisian beralasan lamanya proses pemulangan karena masih melakukan identifikasi jenazah.

“Secara umum pemulangan tidak ada kendala. Namun, ini tidak lazim karena lama. Biasanya untuk kasus terorisme tujuh hari bisa diambil,” terang Anies.

Sementara itu, itu kuasa hukum Bagus Budi Pranoto alias Urwah dari Islamic Study and Action Center (ISAC) mempertanyakan belum adanya surat penangkapan dari Mabes Polri.

Sekretaris ISAC Endro Sudarsono menegaskan, berkaca dari pengalaman Air Setiawan dan Eko Sarjono yang ditembak di Jatiasih, Bekasi, polisi tetap memberikan surat penangkapan.

dni

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…