Jumat, 2 Oktober 2009 12:54 WIB Internasional Share :

Suu Kyi ajukan banding

Yangon–Panutan prodemokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi Jumat mengajukan banding atas putusan pengadilan terhadap perpanjangan hukuman rumahnya, satu kasus yang bisa memperbaiki hubungan antara Washington dengan  junta yang berkuasa.

Pengadilan di Yangoon akan mengumumkan apakah pihaknya akan menguatkan atau tidak putusan Agustus lalu terhadap pemenang Hadiah Nobel itu, berkaitan dengan insiden pria Amerika yang berenang ke rumahnya di tepi danau Yangon tanpa diundang, yang membuat hukuman rumahnya ditambah 18 bulan.

Suu Kyi, 64 tahun, diperkirakan tidak akan diizinkan untuk hadir dalam sidang tersebut dan diwakili oleh para pengacaranya, yang masih berharap dia dibebaskan tanpa syarat.

“Memang kami mengharapkan yang terbaik untuknya,” kata Nyan Win, pengacara sekaligus juru bicara partainya, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), Kamis.

“Kami telah menyiapkan apa yang kami perlukan. Hasilnya akan tergantung pada pengadilan, dan kami berharap Daw Suu Kyi segera dibebaskan,” katanya kepada AFP.

Myanmar yang dikuasai militer belakangan ini menghadapi tekanan internasional agar membebaskan Suu Kyi, terutama datang dari Amerika Serikat, yang pada Rabu mengadakan perundingan tingkat tinggi dengan Myanmar.

Pertemuan tersebut adalah yang pertama sejak sekitar 10 tahun terakhir.

Pemerintahan Presiden AS Barack  Obama memutuskan untuk mendekati Myanmar setelah bertahun-tahun hubungan mereka mengalami kebuntuan yang tidak produktif.

Namun Washington juga memperingatkan terhadap pencabutan sanksi-sanksi, yang akan dilakukan jika junta melangkah kepada demokrasi.

ant/fid

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…