Jumat, 2 Oktober 2009 17:16 WIB News Share :

SBY instruksikan sertifikasi bangunan bertingkat rawan gempa

Padang–Indonesia terletak di pertemuan 3 lempeng gempa dunia. Untuk itu perlu ada peraturan tersendiri bagi bangunan- bangunan bertingkat di sepanjang wilayah yang rawan gempa di Indonesia.

“Allah SWT memang menakdirkan bumi Indonesia itu rawan gempa. Kondisi geografinya itu sudah seperti ini, sejak tercipta,” ujar Presiden SBY.

Hal itu disampaikan SBY saat mengunjungi lokasi gempa di Balaikota Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (2/10).

Dalam kunjungannya di Padang sejak Kamis kemarin, SBY mencatat korban gempa di wilayah Kota Padang paling banyak pada bangunan yang bertingkat 2 ke atas. Bangunan yang bertingkat 1, imbuhnya, malah banyak yang selamat.

Karena itu, gedung bertingkat, seperti sekolah, mal, rumah dan lainnya jangan digunakan dulu setelah gempa. Bangunan bertingkat itu bisa jadi roboh terkena gempa susulan yang terjadi setelah gempa utama.

Untuk itu, perlu dibuat aturan tentang bangunan bertingkat di wilayah rawan gempa mulai dari Aceh, Sumbar, Bengkulu, Lampung, Jawa bagian tengah hingga selatan, Lombok, Nusa Tenggara, Sulawesi hingga Papua.

“Daerah yang langganan gempa apalagi 7, 8, 9 skala richter maka harus kita keluarkan aturan yang ketat. Peraturan pemerintah, Perda utamanya,” tegas SBY.

Dia pun menginstruksikan Sekretaris Kabinet, bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Perumahan Rakyat untuk mengeluarkan aturan sertifikasi persyaratan bangunan bertingkat di wilayah rawan gempa.

“Misal pusat perbelanjaan mal. Begitu bangunan tidak diuji, kena gempa rontok. Oleh karena itu harus ada sertifikat yang betul-betul bisa dipertanggungjawabkan,” tukasnya.

Sertifikasi itu untuk bangunan yang akan dibangun, termasuk pengecekan bangnan yang sudah ada. Jika sudah dibuat atran, aparat diminta tegas menerqpkan aturan itu.

“Kita harus makin keras, jangan kongkalikong,” tegas SBY.

Balaikota Pariaman sendiri bertingkat 3, beberapa bagian depannya rontok terkena gempa. Beberapa rumah di Padang Pariaman yang kebanyakan beratap seng, roboh. Beberapa rumah yang roboh memang umumnya bertingkat 2 atau lebih, seperti halnya di Padang.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…