Jumat, 2 Oktober 2009 21:01 WIB News Share :

Pasang tarif di atas Rp 1 juta, maskapai bandel akan dicabut izinnya

Jakarta–Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan mengancam akan mencabut izin penerbangan bagi maskapai yang mengenakan tarif di atas batas atas tujuan Padang.

Lima maskapai penerbangan tujuan Jakarta-Padang telah sepakat untuk mengenakan tarif maksimal Rp 1 Juta tujuan Padang atau masih di bawah batas atas hingga 2 bulan ke depan. Hal ini disampaikan oleh Dirjen Perhubungan Udara Hery Bhakti saat dihubungi, Jumat (2/10).

Seperti diketahui pascagempa yang terjadi di Sumatera Barat, para maskapai penerbangan dikabarkan menaikan tarif berlipat-lipat dari tarif normal.

“Itu isu saja, nggak ada yang tarif melonjak. Baru saja ada kesepakatan dari beberapa maskapai mengenakan tarif tidak lebih dari Rp 1 juta, dan semuanya setuju,” katanya.

Lima maskapai tujuan Padang yang setuju, diantaranya Garuda Indonesia, Mandala, Batavia, Lion Air dan Sriwijaya Air. Kelima maskapai itu sepakat akan menjual tiket maksimal Rp 1 juta tujuan Padang selama 2 bulan kedepan.

“Kalau ada yang melanggar kita akan tegur, atau dikurangi penerbangannya, kalau masih membandel maka kita akan cabut,” tegasnya.

Ia menjelaskan adanya kabar tarif penerbangan ke Padang naik berlipat-lipat hanyalah isu saja, misalnya ia mencontohkan batas atas untuk penerbangan Jakarta-Padang ditetapkan Rp 960.000. Dalam kasus beberapa hari lalu, adanya tarif hingga Rp 1,3 juta, kata dia, karena tarif itu sudah masuk dalam paket plus-plus.

“Ketentuan ini dikecualikan untuk Garuda khusus untuk kelas bisnis bisa mencapai Rp 2,3 juta,” imbuhnya.

Sedangkan untuk penerbangan dari kota lain ke Padang seperti Medan-Padang atau Batam-Padang dipastikan akan lebih rendah lagi dari di bawah Rp 1 juta.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
dr. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…