Jumat, 2 Oktober 2009 10:40 WIB Internasional Share :

Iran setuju izinkan PBB kunjungi instalasi nuklir

Jenewa–Iran, Kamis, setuju memberi PBB akses ke instalasi nuklir barunya pada pembicaraan dengan negara besar internasional yang meliputi kontak tingkat tertingginya dengan Amerika Serikat dalam tiga dasawarsa, kata beberapa pejabat.

Utusan negara Barat, yang telah mengancam sanksi baru atas sesuatu yang mereka curigai sebagai program pembuatan bom, menyampaikan optimisme terselubung kehati-hatian mengenai perundingan Jenewa. Kedua pihak sepakat bertemu lagi bulan ini, kata beberapa pejabat.

Namun di Washington Presiden AS Barack Obama menyeru Iran agar melakukan tindakan “konstruktif” setelah pembicaraan itu dan memperingatkan Washington siap melakukan tekanan kalau Iran menggunakan taktik mengulur waktu.

Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki juga menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai “konstruktif” tapi kembali membela hak “absolut” negerinya bagi pengayaan uranium.

Perunding senior Iran Saeed Jalili bertemu dengan utusan senior dari Amerika Serikat, Rusia, Inggris, China, Prancis dan Jerman, yang dikenal sebagai mitra P5-plus-1 di satu vila yang menghadap ke Danau Jenewa.

Jalili dan utusan AS William Burns juga menyelenggarakan pembicaraan tingkat tertinggi negara mereka dalam 30 tahun. Mereka membahas percekcokan nuklir yang kian tegang dan hak asasi manusia, kata beberapa pejabat AS.

Iran, yang membantah negara tersebut sedang berusaha membuat bom nuklir, menyatakan akan mengizinkan pemeriksa nuklir PBB mengunjungi instalasi baru pengayaan uranium di kota suci Qom, barangkali dalam waktu dua pekan, kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Javier Solana.

Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) belakangan mengumumkan mantan pemimpinnya Mohamed ElBaradaei telah diundang untuk berkunjung ke Iran segera.

Akses ke tempat itu telah menjadi salah satu tuntutan utama dari negara besar dunia sejak keberadaan instalasi tersebut diungkapkan pekan lalu, sehingga menyulut kecurigaan bahwa Iran menyembunyikan program senjata nuklir.

“Iran telah memberitahu kami bahwa negara tersebut berencana bekerja sama secara penuh dan segera dengan Badan Tenaga Atom Internasional mengenai instalasi baru pengayaan uraniumnya di dekat Qom,” kata Solana pada suatu taklimat.

“Kami sepakat meningkatkan dialog dalam beberapa pekan mendatang,” katanya. Ia menambahkan, “Ini baru permulaan. Dan kami perlu melihat perkembangan mengenai beberapa langkah praktis yang kami bahas hari ini.”

Para pejabat AS dan UE menyatakan Iran setuju bertemu lagi sebelum akhir bulan Oktober. Namun Amerika Serikat memperingatkan Iran agar tidak memanfaatkan dialog itu untuk menunda kewajiban internasionalnya.

Negara Barat telah memperingatkan Iran bahwa negara tersebut dapat menghadapi sanksi lebih lanjut dan pengucilan jika Teheran gagal memenuhi tuntutan internasional.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…