Jumat, 2 Oktober 2009 20:07 WIB News Share :

Diduga ada 300 rumah tertimbun longsor di Gunung Tigo

Padang Pariaman– Di Kabupaten Padang Pariaman, diprediksi banyak korban tewas akibat gempa 7,6 SR. Hingga saat ini diduga masih banyak korban yang tertimbuhan reruntuhan gedung. Bahkan, ada kabar sekitar 300 rumah tertimbun longsor di Gunung Tigo.

Informasi yang dikumpulkan detikcom dari para relawan di Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (2/10), tanah longsor di kaki Gunung Tigo ini terjadi sesaat setelah gempa dahsyat itu mengguncang. Satu desa terkena longsoran tebing dan bukit.

“Diperkirakan ada sekitar 300 rumah yang tertimbun longsoran. Besok kami akan segera menuju lokasi,” ujar salah seorang relawan. Lokasi longsor yang dimaksud adalah di kaki Gunung Tigo Kecamatan Cincin.

Cerita yang beredar rumah-rumah yang berada di kaki Gunung Tigo yang tertimbun longsor ini merupakan rumah tua. Menurut para relawan, lokasi longsor ini sangat sulit dijangkau alat berat. Jalan menuju desa ini hanyalah akses jalan antardesa.

Belum diketahui nasib para pemilik rumah itu. Namun, diperkirakan hanya sebagian kecil saja dari mereka yang selamat. Sebab, ada beberapa orang dari desa itu yang saat itu meninggalkan desa dan dalam perjalanan menuju desa lainnya untuk mengantar durian.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman Muslim Kasim telah menjelaskan kondisi wilayahnya kepada Presiden SBY. Namun, kabar mengenai longsor di Kecamatan Cincin itu belum disinggung.

Di depan SBY yang meninjau Padang Pariaman, Muslim menyebutkan korban-korban di empat desa di Nagari Tandikek, Kecamatan Patamuan, yang belum dievakuasi.

Menurut Muslim, sebanyak 282 orang tertimbun di empat desa itu. Di desa Lubuak Laweh ada 180 orang, di Pulau Aie 39 orang, Desa Cumanak 50 orang, dan kaki Gunung Tigo 13 orang.

Selain Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman juga mengalami kerusakan parah. Hingga saat ini ada 207 orang tewas. Belasan ribu rumah hancur.
dtc/tya

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…