Jumat, 2 Oktober 2009 17:00 WIB News Share :

Dewan Pers
Pers harus bantu KPK lakukan perlawanan

Jakarta–Apapun bentuk ancaman kepada KPK adalah sebuah tindak pidana. Kalangan pers juga diimbau agar membantu KPK melakukan perlawanan.

“Pers harus bantu (KPK) lakukan perlawanan,” kata Wakil Ketua Dewan Pers, Leo Batubara di gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (2/10).

Menurut Leo, ancaman adalah risiko yang biasa dalam suatu pekerjaan. Apalagi institusi seperti KPK yang memiliki banyak musuh.

“Itu risiko tugas. Tapi harus jalan terus, jangan takut, harus terus melawan,” imbuhnya.

Sementara, anggota Dewan Pers lainnya, Bambang Harymurti menambahkan, KPK harus segera melaporkan segala bentuk ancaman yang diterima kepada Kepolisian. Meskipun, ancaman tersebut datang dari seorang oknum polisi.

“Kalau benar itu adalah ancaman dari oknum (polisi), maka oknum tersebut telah melakukan penyalahgunaan wewenang,” katanya.

Bambang menjelaskan, ancaman untuk KPK ditengarai datang dari kekuatan koruptor yang menginginkan KPK lemah.

“Yang berani mengancam itu pasti koruptor atau pendukung koruptor,” tuturnya.

Sementara, beredar kabar bahwa akhir-akhir ini beberapa pegawai KPK mendapat ancaman serius. Bahkan pengacara KPK, Ahmad Rifai mengungkapkan ancaman tersebut tidak datang satu kali.

“Saya menerima laporan ada 4 sms ancaman tapi masih kita lihat perkembangan dulu,” tandasnya.

dtc/fid

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…