Jumat, 2 Oktober 2009 15:09 WIB Issue Share :

44 Lagu milik Gesang dipatenkan

Solo (Espos)–Hak cipta lagu-lagu milik maestro keroncong, Gesang Martohartono yang berjumlah 44 buah telah memiliki kekuatan hukum yang kuat. Pasalnya, seluruh karya Gesang telah tercatat dalam daftar umum ciptaan pada Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Ini sekaligus menjadi kado ulang tahun terindah bagi Gesang yang baru saja genap berusia 92 tahun pada Kamis (1/10) kemarin.

Di hadapan juru warta dalam konferensi persnya, Kamis, Hendarmin Susilo, Presiden Direktur PT Penerbit Musik Pertiwi (PMP), perusahaan yang mengelola lagu-lagu Gesang menyatakan, pengurusan pendaftaran atas 44 lagu tersebut memakan waktu sekitar setahun. Dengan dikeluarkannya bukti berupa sertifikat dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia itu, berarti karya-karya Gesang telah mendapat perlindungan secara hukum berdasarkan Undang-Undang No 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta.

“Sertifikat pendaftaran itu baru keluar belum lama ini (tertanggal 31 Agustus 2009-red). Seluruh biaya pendaftaran ditanggung PT PMP,” beber Hendarmin di Rumah Makan Pring sewu.

Karya Gesang yang berjumlah 44 lagu tersebut, antara lain Bengawan Solo (1940), Jembatan Merah (1943), serta Sebelum Aku Mati (1963). Dengan demikian, ujar Hendarmin, sudah tidak perlu ada kekhawatiran lagi akan diklaimnya lagu berirama keroncong tersebut oleh pihak lain.

Berdasarkan persoalan itu, Hendarmin membeberkan kalau lagu Bengawan Solo pernah diserobot pihak Malaysia sekitar 1962. Lagu yang tenar dan digemari masyarakat dari berbagai belahan dunia itu sempat diubah syairnya dan judulnya diganti Main Celo oleh Negeri Jiran sedangkan irama dan temponya masih sama dengan Bengawan Solo. Namun, permasalahan itu bisa reda setahun berikutnya setelah ada konfirmasi antarpejabat permerintahan dua negara.

“Pada 1963, ada agenda penting pertemuan negara-negara di Gelora Bung Karno. Saat itu juga masalah itu diperjelas kalau <I>Bengawan Solo<I> ciptaan Gesang,” tutur dia.

General Manager PT PMP, Andy Hutadjulu menambahkan, setiap pengajuan sertifikat biayanya mencapai Rp 500.000 per lagu. Dan kini, pihaknya sedang mengupayakan, karya milik pencipta selain Gesang yang bernilai tinggi untuk juga ikut didaftarakan ke Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Dengan semakin dikukuhkannya lagu-lagu miliknya, Gesang mengaku sangat bahagia.

“Kini lagu-lagu saya sudah aman,” ucapnya singkat.

Pada kesempatan itu, PT PMP juga menyerahkan royalti senilai Rp 32.864.616 pada periode Juli 2008-Desember 2008 (dari luar negeri) dan Januari 2009-Juli 2009 (dari dalam negeri) untuk sang maestro keroncong.

hkt

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…