Jumat, 2 Oktober 2009 13:07 WIB News Share :

24 Pulau di Indonesia hilang

Bandung–Tercatat sebanyak 24 pulau kecil di Indonesia telah lenyap akibat kejadian alam maupun ulah manusia. Namun itu belum seberapa. Yang lebih mengkhawatirkan, 2.000 pulau lain di tanah air juga terancam tenggelam akibat dampak pemanasan global.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI Freddy Numberi saat menyampaikan Kuliah Umum di Universitas Widyatama (Utama) Bandung, Jumat (2/10). Acara kuliah umum ini dihadiri pula oleh Bupati Sorong Stepanus Malak dan civitas akademika Utama.

Freddy menyatakan, ke-24 pulau ini hilang akibat tsunami Aceh 2004 lalu, abrasi, dan kegiatan penambangan pasir yang tidak terkendali.
Pulau-pulau ini diantaranya Pulau Gosong Sinjai di NAD akibat tsunami, Mioswekel di Papua akibat abrasi dan Lereh di Kepulauan Riau akibat penambangan pasir. Pemanasan global, ucapnya, menjadi ancaman paling kongkrit dan berbahaya bagi pulau-pulau lain di tanah air.

Ancaman akan hilangnya 2.000 pulau kecil di Indonesia pada 2030 itu merupakan hasil analisis bersama Departemen Kelautan Perikanan RI dan PBB.
“Saya punya listnya, tetapi tidak bisa diungkapkan di sini,” tuturnya. Dikatakan Freddy, kenaikan permukaan laut bisa mencapai lebih dari 2 meter jika tidak ada penanganan serius dalam menghentikan laju pemanasan global.

Tidak hanya di pulau-pulau kecil, dalam simulasi dampak perubahan iklim, sebagian wilayah pesisir utara Jakarta akan tenggelam.

“Bandara Soekarno Hatta pun akan tenggelam, jika tidak ada upaya serius mengurangi laju pemanasan global. Percaya sama saya, adik-adik sekalian kalau masih hidup di masa itu suatu hari akan mengingat omongan saya ini,” tuturnya.

Ancaman tenggelamnya pulau akibat kenaikan permukaan laut, ucapnya, bukanlah isapan jempol.
“Sekarang, telah betul-betul terjadi,” ucapnya memberikan contoh negara kepualauan Kiribati dan Tuvalu.

“Presiden Kiribati telah meminta warga dunia untuk menampung warganya karena ‘negeri’ mereka telah hilang,” tuturnya. Warga-warga dari negara yang berada di Samudera Pasifik ini telah ditampung di Australia dan Selandia Baru.

kompas/fid

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…