Kamis, 1 Oktober 2009 14:18 WIB News Share :

Pemerintah cadangkan Rp 150 miliar untuk gempa Padang

Jakarta–Pemerintah menyiapkan dana cadangan sebesar Rp 150 miliar yang siap digunakan untuk penanganan bencana gempa bumi yang terjadi di Padang dan Pariaman mendampingi dana Rp 100 miliar yang sudah dicairkan Kamis (1/10).

Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati di sela-sela rapat koordinasi penanganan bencana yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (1/10) siang menyatakan dana Rp 150 miliar itu diambil dari APBN dan disiapkan sebagai dana siap pakai sewaktu-waktu.

“Kita turunkan Rp 100 miliar, sekarang yang bisa dicairkan hari ini dan kita akan mencadangkan lagi Rp 150 miliar, kalau dibutuhkan dalam oncall di Badan Nasional Penanggulangan Bencana,” kata Sri Mulyani.

Ia menjelaskan alokasi anggaran lain untuk tanggap darurat lanjutan dan proses rehabilitasi akan diajukan kepada DPR RI periode 2009-2014 setelah masa persidangan dimulai.

“Nanti kita akan ajukan kepada Dewan sesudahnya, tapi untuk sekarang kita sediakan Rp 100 miliar, sesuai yang disampaikan ditambah Rp 150 miliar untuk oncall,” katanya.

Seluruh dana tanggap darurat Rp 100 miliar itu bisa digunakan untuk sekitar dua bulan bagi sekitar 200.000 pengungsi. Untuk masalah pangan, pengobatan dan bantuan lain yang sifatnya emergency.

“Makanya selama ini kita lihat, kita cadangkan tambahan Rp 150 miliar kalau dibutuhkan,” tegasnya.

Sementara itu ketika ditanya dampak kerusakan infrastruktur akibat gempa yang akan mempengaruhi sektor ekonomi, Sri Mulyani mengatakan hal itu tentu ada.

Yang jelas, berbagai kerusakan infrastruktur pasti akan menimbulkan berbagai implikasi terhadap anggaran maupun seluruh upaya yang dilakukan pemerintah untuk membangun, katanya.

Ia mengatakan, sebetulnya daerah Padang, Sumbar ini sudah termasuk area yang difokuskan untuk merevitalisai pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, termasuk daerah-daerah dimana basis produksi seperti CPO dan lain-lainnya.

Sri Mulyani menilai hal itu tentu memberi dampak yang cukup serius, karena itu kecepatan untuk memulihkan terutama, infrastruktur dan transportasi akan sangat penting.

“Ini yang dijadikan fokus untuk Menteri PU, Menteri Perhubungan dan pada saat yang sama menangani secara keseluruhan aspek dari sisi kemanusiaan,” katanya.

Mengenai bantuan dari luar negeri, Sri Mulyani mengatakan sudah dilaporkan pada Presiden termasuk penyaluran bantuan yang akan bekerja sama dengan TNI.

Presiden Yudhoyono direncanakan akan meninjau lokasi bencana, meski beberapa jam sebelumnya baru mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma usai kunjungan dari AS sejak 23 September lalu.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…