Kamis, 1 Oktober 2009 20:38 WIB News Share :

Kekeringan, 1.732 Ha jagung puso

Grobogan (Espos)–Tanaman jagung seluas 13.916 hektare di empat kecamatan di Kabupaten Grobogan terkena imbas kekeringan selama musim kemarau berlangsung di wilayah tersebut. Bahkan 1.732 hektare tanaman jagung diantaranya, mengalami puso atau tidak bisa dipanen.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dinpertan TPH) Kabupaten Grobogan Ir H Sumarsono menjelaskan, areal tanaman jagung yang terkena imbas kekeringan selama musim kemarau ini ada di empat kecamatan.

“Yang mengalami puso seluas 1.732 Ha tanaman jagung tersebar di Kecamatan Kradenan 370 Ha, Wirosari 450 Ha, Geyer 390 Ha dan di Kecamatan Toroh 522 Ha,” terang Sumarsono kepada Espos, Kamis (1/10) di ruang kerjanya.

Sementara untuk tanaman jagung yang mengalami kerusakan akibat kekeringan selama musim kemarau sejak Juni hingga September 2009, tambah Sumarsono, dibagi menjadi kerusakan ringan, sedang dan berat.

“Untuk yang rusak ringan, seluas 4.926 hektare, rusak sedang 3.552 hektare dan rusak berat 3.705 hektare. Yang mengalami kerusakan ringan hingga berat, masih bisa dipanen namun hasilnya tidak maksimal,” ujar Sumarsono.

Dijelaskan Sumarsono, tanaman jagung yang mengalami kerusakan dan puso akibat kekeringan selama musim kemarau terjadi di Kabupaten Grobogan, merupakan tanaman jagung yang berada di areal pertanian tadah hujan.

rif

lowongan pekerjaan
PT.SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…