Kamis, 1 Oktober 2009 20:32 WIB Karanganyar Share :

Kebakaran Lawu, relawan tetap disiagakan di kawasan puncak

Karanganyar (Espos)–Kendati wilayah Karanganyar aman dari terjangan api yang membakar kawasan puncak Lawu, namun puluhan relawan masih disiagakan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kebakaran.

Sedikitnya 50 orang personil Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kabupaten Karanganyar, yang terdiri dari relawan Hima Lawu, SAR, polisi, TNI dan Anak Gunung Lawu (AGL), tetap disiagakan di puncak Argodalem.

“Mereka masih kami siagakan di lokasi untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang masih bisa saja terjadi. Kami harap, kebakaran hutan di Lawu yang saat ini masih di wilayah Jatim, tidak sampai merembet masuk ke wilayah Karanganyar, Koordinator lapangan Tim Satlak Penanggulangan Bencana Karanganyar, Aji Pratama Heru K, kepada wartawan, Kamis (1/10).

Tidak hanya itu, sekitar 400 personel relawan gabungan, termasuk bantuan dari Tim SAR UNS, Kabupaten Sukoharjo dan Sragen, sampai saat ini juga terus membantu warga sekitar dan Perhutani untuk melakukan pemadaman atau membuat ilaran sebagai pemutus jalur api.

“Sedangkan seluruh personel relawan yang diturunkan ke wilayah Anggrasmanis, Jenawi, sudah ditarik semuanya. Soalnya wilayah itu kami rasa sudah aman dari kemungkinan terbakar. Selanjutnya, konsentrasi pengawasan dialihkan dan dipusatkan di wilayah selatan,” ujarnya.

dsp

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…