Kamis, 1 Oktober 2009 10:48 WIB Internasional Share :

Fujimori divonis 6 tahun

Lima–Mahkamah Agung Peru (CSJ), Rabu, menjatuhkan hukuman enam tahun penjara atas mantan presiden Alberto Fujimori (1990-2000) karena melakukan kejahatan pidana berupa pencegatan saluran telefon, korupsi dan pembelaian secara tidak sah satu stasiun TV dan halaman tajuk di satu harian nasional.

Hukuman tersebut juga memerintahkan dia membayar 24 juta nuevos sole (delapan juta dolar AS) kepada negara dan tiga juga nuevos sole (satu juta dolar AS) kepada masing-masing orang yang terpengaruh, termasuk politikus, wartawan, dan mantan anggota dewan legislatif.

Itu adalah pengadilan keempat yang dihadapi Fujimori sejak ia dipulangkan dari Chile pada September 2005.

Pengadilannya yang keempat dimulai 28 September, dan Fujimori memutuskan untuk menggunakan putusan hukum mengenai “hukuman yang diperkirakan”.

Setelah vonis tersebut, Fujimori mengatakan ia akan mengupayakan pembatalan hukuman itu. Ia mempunyai waktu 10 hari untuk mengajukan banding.

Pengadilan pertama terhadap Fujimori adalah untuk serbuan secara tidak sah ke rumah Trinidad Becerra, istri mantan penasehatnya dan kepala Dinas Intelijen Nasional urusan dunia maya, Valdimiro Montesions. Ia dijatuhi hukuman enam tahun penjara.

Selama pengadilan kedua, Fujimori dijatuhi hukuman 25 tahun penjara karena melakukan kejahatan terhadap umat manusia yang dilakukan oleh kelompok paramiliter pada 1991 dan 1992.

Pengadilan ketiganya adalah untuk penggunaan uang negara untuk membayar 15 juta dolar AS kepada Montesinos, yang diduga sebagai ganti rugi atas pengabdiannya.

Di Peru, hukuman tidak digabung dan yang paling berat adalah hukuman mati.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…