Kamis, 1 Oktober 2009 20:21 WIB Solo Share :

Elemen masyarakat Solo buat petisi selamatkan KPK

Solo (Espos)–Sedikitnya 15 elemen masyarakat Solo yang tergabung dalam Petisi Solo menyatakan dukungannya agar Susno Duaji dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri sehubungan dengan kasus suap Bank Century.

Mereka juga menuntut dihentikannya segala bentuk intervensi, pengebirian dan pelemahan terhadap keberadaan dan kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) termasuk yang tercantum dalam Undang-undang (UU) Tindak Pidana Korupsi Tipikor. Demikian beberapa pernyataan sikap yang disampaikan Petisi Solo dalam aksi simpatik yang digelar di depan gedung kantor Bank Indonesia (BI) Solo, Kamis (1/10).

Pantauan Espos, aksi dimulai dengan longmarch dari Bundaran Gladak menuju kantor BI Solo. Sambil membawa spanduk yang antara lain berbunyi Tolak Pengebirian Kewenangan KPK, Basmi Tikus-tikus Koruptor dan sejenisnya, mereka berjalan kaki diselingi orasi dari sejumlah peserta.

Salah satu perwakilan dari kalangan advokat, Taufik SH, dalam orasinya di halaman kantor BI Solo, dengan tegas menuntut agar Susno Duaji mundur dari jabatannya sebagai Kabareskrim. Dia menilai Susno telah melemahkan kekuatan dan kewibawaan jajaran kepolisian.

“Ibaratnya, lambang Bareskrim yang bergambar harimau telah berganti menjadi gambar buaya. Ini sangat memalukan. Kami menuntut Susno Duaji mundur dari jabatannya,” kata Taufik.

Selain Taufik, ada pula orasi dari sejumlah peserta lain seperti Sugeng Riyanto dari kalangan pegiat politisi Islam, dan Eka Sapta Wijaya yang membacakan petisi tersebut. Acara diakhiri dengan penyerahan petisi kepada perwakilan BI Solo serta pelepasan tikus-tikus yang merupakan simbol para koruptor untuk diburu dan ditangkap.

Pelaksana Humas aksi, Muh Ikhlas Thamrin, ditemui di sela-sela aksi mengatakan, aksi itu merupakan representasi kekecewaan masyarakat Solo atas apa yang menimpa KPK. Aksi itu sekaligus untuk mengingatkan masyarakat bahwa teroris yang sesungguhnya bukan hanya Noordin dan kawan-kawan yang suka mengebom dan membunuh, melainkan juga para koruptor yang masih merajalela di negara.

shs

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…