Kamis, 1 Oktober 2009 16:11 WIB Solo Share :

Beberapa kios PKL jadi korban tamanisasi

Solo (Espos)–Beberapa kios milik pedagang kaki lima (PKL) di Jl Yosodipuro, Mangkubumen, Banjarsari, Solo menjadi korban program tamanisasi, lantaran kios-kios tersebut dibongkar dan bakal dijadikan taman kota. Beberapa PKL yang kiosnya dibongkar bisa diakomodasi untuk menempati kios di pasar tradisional yang ditunjuk Dinas Pengelolaan Pasar (DPP).

Dari pantauan Espos, Kamis (1/10), sedikitnya 12 pekerja berseragam DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan) mulai menggempur beton yang menutupi selokan sepanjang kurang dari 100 meter. Beton tersebut merupakan bekas bangunan kios milik pedagang mi ayam, bakso dan kaus tangan.

Seorang pedagang kaus tangan, Purwanto, 34, saat ditemui wartawan, Kamis kemarin, mengatakan, sebelumnya sudah ada pemberitahuan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tentang adanya pembongkaran kios PKL untuk program tamanisasi. Menurut dia, beberapa PKL sempat diberikan toleransi untuk pembongkaran kios selama tiga bulan.

“Kami tidak diberi ganti rugi oleh pemerintah, hanya akan diberi kesempatan untuk menempati lokasi yang disediakan di Jongke, Penumping dan Gremet. Namun semua itu masih menunggu surat dari Satpol PP sebagai sarana untuk memproses ke DPP. Kami sudah mengikhlaskan kios ini dibongkar karena sudah menjadi program pemeirntah. Pembongkaran sudah dilakukan tiga hari lalu hingga sekarang,” ujar Purwanto yang menyebut ada sembilan pedagang yang bakal dibongkar kiosnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Solo Hasta Gunawan saat dihubungi Espos, membenarkan adanya pembongkaran kios PKL di sejumlah titik strategis, seperti di jalan protokol dan perempatan jalan. Menurut dia, pembongkaran kios itu dilakukan secara prioritas dan bertahap untuk merealisasikan program tamanisasi. Khusus di perempatan utara Paragon itu, kata dia, memang sudah dibongkar untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas, karena pengguna jalan dari barat tidak bisa melihat pengguna jalan dari utara yang mau menyeberang.

trh

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…