Kamis, 1 Oktober 2009 20:14 WIB Solo Share :

5-10 Oktober, PNS Solo wajib pakai batik

Solo (Espos)–Para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Solo selama pekan depan (5-10 Oktober) diwajibkan mengenakan pakaian batik pada jam kerja. Sementara sekolah akan mulai mengajarkan pelajaran membatik pada 2010 mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Boeddy Soeharto kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (1/10), mengatakan, kebijakan tersebut diambil Pemkot untuk menyambut pengukuhan batik sebagai karya asli Indonesia warisan budaya dunia oleh UNESCO, Jumat (2/10). Selama ini, para PNS hanya mengenakan batik pada setiap Kamis.

“Nah, di luar pakaian batik yang rutin setiap Kamis itu, selama satu pekan mulai Senin-Sabtu (5-10/10) para PNS diwajibkan memakai pakaian batik. Ini untuk menyambut pengukuhan batik sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap batik di kalangan masyarakat,” ujar Boeddy.

Lebih lanjut, Boeddy mengatakan, untuk menumbuhkan kecintaan dan rasa memiliki batik di kalangan anak-anak sejak dini, mulai 2010, pelajaran membatik akan menjadi salah satu muatan lokal (Mulok) di sekolah.

Ada kemungkinan pula nantinya, setiap sekolah akan diwajibkan memiliki seragam batik yang dikenakan pada hari tertentu dalam sepekan.

Masih berkaitan dengan rencana menjadikan pelajaran batik sebagai Mulok di sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rakhmat Sutomo mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan kerangka kurikulum Mulok batik di setiap jenjang pendidikan.

“Rencananya, pelajaran membatik akan ada di semua jenjang mulai dari SD hingga SMA/SMK. Saat ini hingga Desember 2009 kami tengah menyiapkan perangkat lunak berupa materi-materi yang akan diajarkan sesuai dengan tingkat pendidikan. Selanjutnya, mulai Januari-Juni akan mempersiapkan tenaga pengajarnya,” ujar Rakhmat, dalam konferensi pers di Balaikota.

Tenaga pengajar tersebut, kata Rakhmat, akan diambil dari guru-guru yang ada akan dilatih membatik. Dia mengatakan, belum ada rencana untuk merekrut tenaga pengajar khusus membatik.
Materi membatik sendiri, lanjut Rakhmat, akan dimulai di tingkat SD (kelas IV-VI) dengan pengenalan tentang batik, motif-motifnya dan sebagainya.

shs

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…