Rabu, 30 September 2009 13:27 WIB News Share :

Polisi belum deteksi teroris masuk Bali

Denpasar–Polisi yang disebar ke berbagai pelesok desa sejauh ini belum mendeteksi adanya anggota teroris yang telah menyusup ke Pulau Bali.

“Kami belum melihat adanya anggota teroris yang kembali masuk ke Bali setelah beberapa tahun lalu dua kali sempat melancarkan aksi peledakan bom di pulau ini,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar, di Denpasar, Rabu.

Ia menyebutkan, pihaknya telah menempatkan petugas intelijen untuk melakukan “penciuman” dini terhadap kemungkinan masuknya kembali kaum teroris ke pulau yang menjadi pusat kunjungan wisatawan internasional ini.

Namun demikian, sejauh ini belum tampak adanya orang yang mencurigakan yang telah berhasil menyusup ke Bali, katanya. Menurut dia, penjagaan yang cukup ketat tampak dilakukan petugas di sejumlah daerah perbatasan memasuki Kota Denpasar.

Tidak hanya itu, di sejumlah pintu masuk Pulau Dewata, seperti di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, serta Padangbai, Kabupaten Karangasem juga dilaporkan telah “dipagari” petugas gabungan.

Penjagaan cukup ketat itu tampaknya dilakukan polisi sehubungan Bali tetap dijadikan sasaran utama aksi peledakan bom oleh kaum teroris. Seperti yang diungkapkan pihak Mabes Polri bahwa Bali merupakan target utama peledakan bom oleh kelompok Noordin M Top sehubungan pulau itu cukup banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.

Hal tersebut diketahui polisi setelah berhasil membuka isi laptop milik Noordin M Top yang ditemukan saat penggerebekan di Solo, Jawa Tengah, 17 September lalu. “Meski dalam penggerebekan itu berhasil menewaskan gembong teroris Noordin M Top, namun jaringan mereka dipastikan masih cukup banyak berkeliaran,” kata Kabid Humas.

Bahkan, lanjut Sugianyar, Noordin terungkap telah melakukan kaderisasi yang cukup baik, termasuk dalam memperluas jaringan di sejumlah negara. Mengingat itu, kata dia, pihaknya telah menyebar petugas intelijen untuk dapat mendeteksi setiap gelagat yang mencurigakan, yang tiba-tiba masuk ke wilayah Bali.

Selain itu, penjagaan cukup ketat juga dilakukan di pintu-pintu masuk Pulau Dewata, baik itu di bandara maupun pelabuhan-pelabuhan yang ada, ucapnya. Dengan demikian, kata Sugianyar, Bali senantiasa akan tetap aman dan nyaman sebagai daerah yang selama ini cukup banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai negara.

Bali tercatat dua kali dijadikan sasaran peledakan bom kaum teroris, yakni pada 12 Oktober 2002 dengan merenggut 202 nyawa dan sekitar 350 lainnya luka-luka, serta pada 1 Oktober 2005 yang menewaskan 23 korban dan kurang lebih seratus lainnya luka-luka.
Ant/tya

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Paradoks Kesehatan Tenaga Medis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (1/7/2017). Esai ini karya Isna Rahmawati Retnaningsih, mahasiswa Program Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sebelas Maret yang berpengalaman praktik kebidanan. Elamat e-mail penulis adalah rahmawatiisna.ir@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dunia kesehatan Indonesia kembali berduka. Pada Senin…