Rabu, 30 September 2009 21:20 WIB Sragen Share :

Permintaan droping air bersih meningkat

Sragen (Espos)–Permintaan droping air bersih ke daerah rawan kekeringan di wilayah Bumi Sukowati terus meningkat.

Hal ini menyusul makin meluasnya daerah yang mengalami krisis air bersih seiring datangnya musim kemarau panjang. Tercatat ratusan kepala keluarga (KK) pun turut dilanda krisis air bersih, seperti di Dusun Gobong dan Kedungwaduk Desa Banyuurip, Kecamatan Jenar.

Di kedua dusun tersebut, sedikitnya 300 KK dilanda kesulitan air bersih sejak sebulan terakhir. Selain di Kecamatan Jenar, kekeringan juga terjadi di Kecamatan Tangen yakni di Dusun Tlumun dan Galeh. Di kedua dusun ini setidaknya ada sekitar 200 KK yang selama setengah bulan terakhir mulai kekurangan air bersih.

Krisis yang melanda empat wilayah tersebut kian menambah daftar panjang wilayah krisis air di Bumi Sukowati. Sebelumnya, beberapa wilayah seperti Dusun Sumberejo, Mondokan, lalu Sangiran, Kalijambe, dan Desa Dukuh, Gesi sudah sejak sebulan lalu dilanda krisis. “Ada sekitar 500 KK yang kini juga terkena krisis air, yaitu di daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur seperti Jenar dan Tangen,” ujar tokoh masyarakat Tangen yang juga Wakil Ketua Forum Masyarakat Sragen (Formas), Sri Wahono kepada wartawan di Sragen, Rabu (30/9).

Sementara itu, sedikitnya 170 tangki bantuan air bersih telah didistribusikan perusahaan daerah air minum (PDAM) Sragen ke berbagai wilayah selama musim kemarau tahun ini. Direktur PDAM Sragen, Aris Wahyudi mengatakan, droping air bersih telah disalurkan ke beberapa wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan seperti Kecamatan Tangen, Gesi, Miri dan Jenar. Rata-rata, Aris menuturkan droping air bersih yang disalurkan mencapai 10 tangki per harinya. Jika  dibandingkan periode kemarau tahun lalu, permintaan air bersih kali ini justru malah menurun.

“Kalau kemarau sebelumnya kami melakukan dropping air bersih sebanyak 20 tangki setiap hari. Tapi untuk sekarang paling hanya 10 tangki,” katanya.

Aris mengatakan penurunan permintaan dropping air bersih kali ini kemungkinan dipengaruhi faktor perbaikan lingkungan yang berpengaruh pada sumber-sumber mata air.

Beberapa sumber mata air seperti Gumeng yang debit airnya selalu berkurang setiap tiba musim kemarau, namun pada kenyataannya debit air sekarang ini berkurang tapi sedikit. Selain itu, beberapa mata air lain yang biasanya kering memasuki musim kemarau, lanjut Aris, kini kondisinya masih keluar air.

isw

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Lebaran Itu Buku

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Sabtu (24/6/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, esais sekaligus kuncen Bilik Literasi Solo. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Selamat hari raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh keluarga besar trah Niti…