Rabu, 30 September 2009 14:41 WIB News Share :

Makam Ade Irma Suryani tak terawat

Jakarta–Dinding luar pagar makam korban G 30 S Ade Irma Suryani Nasution dicorat-coret orang tak bertanggungjawab. Bahkan rumput di sekitar makam mengering serta lantai yang terbuat dari marmer telah kusam.

“Kalau malam tak ada satu pun lampu yang nyala. Sudah 2 tahunan,” ujar penjaga makam, Imung, 86, kepada detikcom di lokasi makam, Komplek Walikota Jakarta Selatan, Jalan Prapanca Raya, Rabu, (30/9).

Kondisi di dalam pagar makam juga semakin memprihatinkan. Cat tembok tugu setinggi 3 meter itu telah mengelupas. Rumput dan pohon di pot mengering.

“Dulu ada air kran. Tapi sejak sebelah dibangun gedung sekitar 2 tahun lalu, sambungan pipanya mati. Ya sudah, disiram pakai apa. Saya mikul ember buat nyiram air sudah tak kuat,” kata Imung.

Makam Ade Irma berada di tengah area makam. Makam putri bungsu almarhum Jenderal Abdul Harris Nasution itu berwarna putih dan mencolok. Namun akibat lampu yang tidak menyala kala malam, areal pemakamam menjadi gelap.

“Di trotoar jalan, setelah pukul 01.00 WIB kadang ada yang menggelar sarung, muda-mudi,” tambah kakek yang telah menjaga makam puluhan tahun ini.

Menurut Imung, untuk perawatan makam pihak Pemkot Jaksel menganggarkan dana Rp 600 ribu. Namun anggaran itu dinilainya tidak cukup.

“Kalau kayak gini, ya saya cuma nyabutin rumput saja. Mau nyiram, tak ada air. Mau ngepel juga. Bagaimana lagi,” demikian Imung.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…