Rabu, 30 September 2009 17:02 WIB News Share :

KSAD
Peristiwa G 30 S/PKI harus diluruskan

Jakarta–Sejarah peristiwa Gerakan 30 September atau G30S/PKI yang terjadi pada tahun 1965 harus diluruskan. Sebab, menurut kesaksian almarhum Jenderal Besar TNI AH Nasution, kejadian itu justru terjadi pada tanggal 1 Oktober 1965 pada pukul 04.00 WIB.

“Peristiwa yang terjadi pada 44 tahun lalu itu memang perlu diluruskan, karena Pak AH Nasution mengatakan kejadian itu pada 1 Oktober sekira pukul  04.00 WIB,” kata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo di sela-sela acara Seminar Sejarah PKI di Museum AH Nasution di Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/9).

Menurut Agustadi, guna meluruskan sejarah tersebut, Dinas Sejarah TNI AD sedang mencari masukan dari sejumlah saksi dan ahli sejarah, yang hasilnya nanti akan diserahkan kepada pemerintah untuk meninjau kembali sejarah kelam yang terjadi saat itu. “Kami akan merekomendasikan dari hasil seminar itu kepada pemerintah agar ditinjau kembali sejarah itu. Terlebih lagi untuk Depdiknas agar bisa meluruskannya melalui buku pelajaran sekolah,” jelasnya.

Agustadi menerangkan, pelurusan sejarah peristiwa itu diperlukan, karena belakangan ini sering terdengar adanya oknum, kelompok atau golongan tertentu yang ingin mencoba-coba membelokkan dan memutarbalikkan fakta sejarah.

“Mereka mengaburkan fakta dan data catatan-catatan sejarah yang sebenarnya, baik dengan menghilangkan atau menambah kata-kata dalam buku sejarah,” tegasnya.

Bila hal ini dibiarkan, lanjut mantan Pangdam Jaya ini, gambaran peristiwa yang terjadi di masa lalu itu akan jauh semakin menyimpang dari kejadian yang sebenarnya. “Padahal kita sepakat bahwa sejarah adalah kepastian. Sejarah tidak berandai-andai, dan sejarah juga tidak mengenal istilah kata mungkin,” pungkasnya.

dtc/tya

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…