Rabu, 30 September 2009 19:53 WIB Sport Share :

Ketum minta pengurus Persis maksimal galang dana

Solo (Espos)–Ketua Umum (Ketum) Persis Solo, FX Hadi Rudyatmo meminta pengurus memanfaatkan semaksimal mungkin waktu satu bulan ini untuk menggalang dana dari masyarakat melalui Dompet Peduli Persis yang akan mulai dibuka dalam beberapa hari ini.

Menurut Rudy, sapaan akrabnya, setelah dipastikan tidak akan mendapat suntikan dana dari APBD Kota Solo pada 2010, nasib Persis mutlak bergantung pada kemurahan hati masyarakat Solo. “Kami sudah dua kali audiensi dengan Walikota Solo dan tetap tidak ada kemungkinan mendapat kucuran dana dari APBD. Jadi sekarang kembali kepada masyarakat, apakah menginginkan Persis main di divisi utama atau tidak?” kata Rudy, dalam konferensi pers di ruang kerjanya di Kompleks Balaikota Solo, Rabu (30/9).

Kalau masyarakat memang menginginkan Persis tetap main di divisi utama yang akan dimulai November 2009, maka Rudy mengharapkan adanya partisipasi dari masyarakat. Masyarakat diharapkan kesediaannya untuk menyumbangkan dana melalui Dompet Peduli Persis. Sebab, dana yang diperlukan untuk mengikuti kompetisi itu cukup besar. Minimal mencapai Rp 5 miliar. Pihak pengurus pun, kata Rudy, akan melakukan langkah-langkah di antaranya, berupaya semaksimal mungkin.

“Syukur-syukur ada pengusaha yang mau membeli Persis,” ujar dia.

Rudy mengingatkan, pengurus hanya memiliki waktu satu bulan ini untuk menggalang dana. Kalau tidak berhasil, maka Persis akan harus membayar denda atau didegradasi dari kompetisi divisi utama.

Kendati belum ada kejelasan soal dana, Rudy mengungkapkan, seleksi pemain akan tetap dilakukan mulai Kamis (1/10) ini. Kalaupun para pemain hasil seleksi itu tidak bisa ikut kompetisi divisi utama, mereka akan tetap dilatih dan dibina dengan anggaran dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Solo. Selain itu, bisa juga para pemain itu nanti bermain di divisi II.

Mekanisme penyaluran dana sumbangan untuk Persis melalui Dompet Peduli Persis, kata Rudy, akan diumumkan melalui media massa, cetak maupun elektronik dalam beberapa hari ini. “Misalnya satu orang menyumbang rata-rata Rp 25.000, dari 200.000 orang saja sudah cukup. Tapi berapapun sumbangannya meskipun hanya Rp 1.000 akan tetap diterima,” ujar Rudy.

shs

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…