Rabu, 30 September 2009 16:54 WIB Boyolali Share :

BTNGM petakan enam titik rawan kebakaran di Merapi

Boyolali (Espos)–Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) Seksi Wilayah II Boyolali, memetakan enam titik rawan kebakaran hutan di area gunung teraktif di dunia itu. Keenam titik tersebut berada di enam desa, yakni Desa Tlogolele, Klakah, Jrakah, Lencoh, Samiran dan Suroteleng seluruhnya masuk Kecamatan Selo.

Kepala Resort Selo Seksi Wilayah II BTNGM, Purnama, mengatakan keenam titik tersebut rawan kebakaran mengingat hutan perdu (semak) dan ilalang di daerah tersebut mulai mengering, menyusul kemarau panjang. “Enam titik itu perlu diwaspadai,” katanya, Rabu (30/9).

Selain karena hutan semak dan ilalang di enam desa mulai mengering, Purnama mengatakan, aksi pembukaan lahan pertanian dengan jalan membakar hutan dan ilalang kerap dilakukan warga desa setempat. Hal ini merupakan faktor lain penyebab kebakaran hutan.

Peningkatan kewaspadaan pada kemarau panjang ini telah dilakukan BTNGM dengan menyiagakan sejumlah petugas untuk memantau sejumlah kawasan yang masuk wilayah BTNGM.

Setiap hari petugas balai melakukan patroli ke kawasan. Patroli dilakukan pagi atau sore hari. Patroli dilakukan pagi atau sore hari, karena tindak pelanggaran biasanya terjadi pada saat itu.
dwa

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Akuntabilitas Dana Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (9/8/2017). Esai ini karya Agus Riewanto, doktor Ilmu Hukum dan dosen di Fakultas Hukum dan Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah agusriewanto@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dalam beberapa tahun belakangan ini…