Rabu, 30 September 2009 14:36 WIB Internasional Share :

Banjir besar ancam Vietnam, 38 orang tewas akibat topan

Danang–Banjir terbesar dalam puluhan tahun terakhir mengancam provinsi-provinsi tengah Vietnam, Rabu menyusul topan kuat yang melanda negara itu.

Pemerintah mengatakan 38 orang tewas dan 10 lainnya hilang akibat banjir dan tanah longsor di delapan provinsi pantai dan dataran tinggi tengah, setelah topan tersebut menimbulkan kerusakan di Filipina. Air sungai di provinsi Quang Nam dapat mencapai tingkat yang pernah terjadi tahun 1964  pada Rabu petang, kata laporan-laporan cuaca.

“Dari pesawat udara, orang dapat melihat banyak daerah  di sekitar Danang terisolasi akibat banjir,” kata seorang saksi mata Reuters. “Gelombang laut menghantam jalan di pantai Danang dan membuat beberapa kapal terlempar ke pantai.”

Topan Ketsana menghantam Vietnam Selasa malam yang menimbulkan hujan di seluruh wilayah tengah Vietnam  yang menyebabkan 294.00 rumah hancur, rusak atau tenggelam akibat banjir. Sekitar 357.000 orang di 10 provinsi  mengungsi.

Wilayah yang dihantam Ketsana itu terletak jauh di utara  penghasil beras Delta Mekong. Hujan menghantam kebun kopi Dataran Tinggi Tengah  itu dapat menunda  pemanenan kopi sampai 10 hari, tetapi ekspor tidak akan terpengaruh, kata para pedagang. Ketsana melemah menjadi badai tropis  setelah memasuki Laos dan Kamboja  Selasa malam, kata para ahli cuaca.

Wakil Perdana Menteri Hiang Trung Hai mendesak pihak berwenang  untuk segera memulihkan pasokan listrik ke daerah yang dihantam topan termasuk provinsi Quang Ngai tempat kilang minyak pertama  Vietnam, Dung Quat, yang menurut rencana akan dibuka kembali Rabu setelah  aliran listrik terputus menghentikan uji coba pabrik itu bulan lalu.

Kilang Dung Quat yang berkapasitas 140.000 barel minyak per hari  akan memulai kembali beroperasi Rabu sesuai rencana setelah diperbaiki. Topan Ketsana tidak menimbulkan kerusakan pada  fasilitas itu, kata seorang pejabat Petrovietnam.

Ketsana menghantam Filipina akhir pekan lalu menewaskan 246 orang,42 orang lainnya hilang dan menimbulkan kerusakan senilai lebih dari 100 juta dolar, kata para pejabat.

Bank Pembangunan Asia (ADB) menjanjikan bantuan dana tiga juta dolar untuk usaha bantuan darurat dan negara-negara lain termasuk Jepang, Australia, Spanyol dan Malaysia juga menjanjikan bantuan.

“Masih ada ribuan keluarga yang kehilangan tempat tinggal  akibat banjir, dan ADB akan melakukan apapun yang dapat dilakukannya untuk mendukung usaha-usaha pemerintah membantu mereka dengan  bantuan  penting yang mereka butuhkan,” kata Presiden ADB Haruhiko Kuroda dalam sebuah pernyataan.

Para anggota parlemen Filipina akan menyetujui satu anggaran tambahan tahun 2009 sekitar 10 miliar peso (211 juta dolar) untuk bantuan, usaha-usaha perbaikan dan rehabilitasi, kata
Menteri Pertahanan Gilberto Teodoro.

Satu badai baru terbentuk di Samudra Pasifik mungkin akan masuk ke perairan Filipina Kamis dan menimbulkan hujan di pulau Luzon, kata pejabat cuaca.

Ketsana menimbulkan hujan di Manila dan daerah-daerah sekitarnya  yang menyebabkan 375.000 orang meninggalkan rumah-rumah mereka dan menghancurkan lebih dari 180.000 ton padi.
Ant/tya

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Paradoks Kesehatan Tenaga Medis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (1/7/2017). Esai ini karya Isna Rahmawati Retnaningsih, mahasiswa Program Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sebelas Maret yang berpengalaman praktik kebidanan. Elamat e-mail penulis adalah rahmawatiisna.ir@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dunia kesehatan Indonesia kembali berduka. Pada Senin…