Rabu, 30 September 2009 21:06 WIB Karanganyar Share :

10 Nyawa melayang selama Lebaran di Karanganyar

Karanganyar (Espos)–Sebanyak 10 nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) selama arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini di wilayah Karanganyar.

Kejadian itu justru lebih dominan terjadi di luar jalur utama pemudik dan tidak menjadi prioritas pengawasan aparat kepolisian setempat.

Menurut Kapolres Karanganyar AKBP Sri Handayani, penyebab utama Lakalantas itu yakni kurangnya kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu-lintas di jalan raya.

“Mereka itu hanya takut dan patuh berkendaraan ketika ada polisi. Tapi saat tidak ada yang menjaga, mereka seenaknya. Mengendara tanpa mengenakan helm, berboncengan lebih dari dua orang, ngebut di jalur desa dan itu malah menyebabkan terjadinya kecelakaan maut,” kata Kapolres, memaparkan hasil evaluasi pengamanan Lebaran kepada wartawan di kantornya, Rabu (30/9).

Pada kesempatan itu, Kapolres didampingi Kasatlantas AKP Andhika Bayu Adhittama, Kasatreskrim AKP Djoko Satriyo Utomo dan Kasatintel AKP Sakir. Dicontohkannya, kecelakaan di Bejen yang merenggut empat korban tewas juga terjadi lantaran pengendara sepeda motor tidak memakai helm, berboncengan empat, dan tidak mengamati situasi saat memotong jalan. Padahal jalur itu juga dipakai jalur bus umum.

Selain di tempat itu, enam korban tewas Lakalantas masing-masing tersebar di lokasi yang berbeda. Lakalantas di Kalijirak, Tasikmadu, merenggut dua nyawa warga sekitar dan di Mojogedang juga dua nyawa melayang. Kecelakaan terjadi ketika pengendara tidak mengurangi kecepatan saat jalan menikung tajam, sehingga bertabrakan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan.

“Adapun yang di jalur utama pemudik yang menjadi prioritas pengawasan terjadi di Jl Solo-Sragen, Kebakkramat, yang menelan dua korban jiwa. Kecelakaan juga terjadi karena sepeda motor dan bus sama-sama dalam kondisi menyalip dari arah berlawanan,” jelasnya.

Sementara itu data yang dikeluarkan Satlantas Polres Karanganyar, selama 14 hari arus mudik dan arus balik, hanya terdapat 10 kejadian kecelakaan. Jumlah ini cenderung menurun dibandingkan tahun 2008 lalu yang mencapai 16 kejadian. Selain itu, ada sebanyak 422 kendaraan ditilang dan 276 pengendara diperingatkan secara lisan.

dsp

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…