Selasa, 29 September 2009 20:29 WIB Sukoharjo Share :

UU RS rugikan pemerintah daerah

Sukoharjo (Espos)–Kalangan Dewan menilai rancangan undang-undang (RUU) mengenai rumah sakit yang telah disahkan DPR RI pada Senin (29/9) lalu merugikan pemerintah daerah.

Kebijakan tersebut juga dinilai tidak populis lantaran bukannya menguntungkan masyarakat malah sebaliknya merugikan. Dua dampak yang paling terasa apabila RUU tersebut nantinya dilaksanakan adalah pertama tidak seimbangnya antara jumlah pasien di RSUD kabupaten/kota serta kedua pendapatan asli daerah (PAD) akan turun.

Seorang anggota Dewan, Agus Sumantri menjelaskan, menjadi hal yang tidak lucu karena baru Juni lalu Sukoharjo menggedok peraturan daerah (Perda) mengenai tarif baru RSUD, justru UU tentang RS sekarang ini digedok oleh DPR RI.

“Membutuhkan banyak waktu dan tenaga dari kami membahas hingga kemudian akhirnya menggedok Perda mengenai tarif RS yang baru sampai akhirnya pemerintah pusat tiba-tiba mengesahkan UU tentang RS yang sungguh bertentangan,” jelas dia ketika dijumpai Espos, Selasa (29/9).

Agus menjelaskan, tarif RSUD setiap waktunya memang disesuaikan dengan pasar dan kebutuhan. Terkait kebutuhan itu, menurut Agus, harus diingat pula bahwa RSUD meski sumbangannya tidak begitu besar namun tetap signifikan sebagai salah satu institusi penyumbang PAD. Yang terjadi ketika RSUD hanya membuka kelas III, pendapatan dari pasien kelas II, kelas I serta VIP bukan lagi masuk ke PAD melainkan lari ke kantong swasta.

Masalah kedua, jelas Agus, berkaitan dengan segi pemerataan. Bisa dipastikan apabila UU tentang RS yang baru dilaksanakan, masyarakat akan lebih memilih RS yang lokasinya di kota ketimbang RS di kabupaten.

Pertimbangannya, semua warga pasti mengganggap fasilitas RSUD di kota lebih lengkap sehingga bisa lebih menjamin dalam hal pengobatan.

aps

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…