Selasa, 29 September 2009 20:46 WIB News Share :

Syafii Maarif
Model penataran P4 gagal

Padang–Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif, mengatakan, model penataran P4 ternyata berujung dengan kegagalan.

“Saya mengusulkan agar contoh nyata dari kabupaten/kota yang telah berhasil membawa nilai-nilai Pancasila turun ke bumi, secepatnya ditularkan ke daerah lain sekalipun tidak mudah,” kata Syafii di Padang, Selasa (29/9).

Buya Syafii menyampaikan hal itu ketika menjadi salah satu pembicara pada Forum Koordinasi Peningkatan Penghayatan dan Impelementasi Pancasila di Unand Padang.

Ia mengungkapkan, sikap mental birokrat Indonesia pada umumnya masih sangat jauh dari kawalan nilai-nilai luhur Pancasila,

Dengan kata lain, kata Guru Besar Sejarah itu, dalam perspektif sosial budaya, arus utama birokrasi Indonesia selama beberapa dasa warsa sudah lama pecah kongsi dengan Pancasila.

“Solusinya tunggal: arus besar yang menyimpang itu harus dipertautkan kembali dengan filosofi dasar negara Pancasila yang dipahami secara jujur dan cerdas,” kata dia.

Dia mengatakan, sekiranya Pancasila pandai bersuara dan berucap, ia akan menjerit sekeras-kerasnya.

“Bunyinya kira-kira begini: Dalam kata dan tulisan, aku dipuja dan dihormati, tetapi dalam perbuatan selama puluhan tahun aku diinjak dan dikhianati,” kata Buya Syafii.

Ia menekankan pentingnya kesadaran bathin dan ketulusan para kepala daerah untuk berubah dari posisi pejabat menjadi pelayan, tapi alangkah sukarnya.

“Karena dalam praktek yang masih berjalan, yang menjadi pelayan adalah rakyat banyak, sekalipun dulu dalam penataran P4 selalu ditekankan bahwa pejabat adalah pelayan,” kata dia.

Buya mengatakan, tanpa perombakan sikap mental pejabat secara mendasar dan radikal, jeritan Pancasila masih akan berlangsung lama.

Sementara kesabaran rakyat banyak sekarang mungkin sudah mendekati ujungnya.

“Bukan mereka tidak percaya dan setia pada Pancasila, tetapi semata-mata karena pemimpin yang lupa daratan, lupa lautan telah puluhan tahun menipu mereka atas nama Pancasila,” kata Syafii.

ant/fid

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…